SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang terus mempersiapkan pelaksanaan program strategis nasional Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) sebagai upaya memaksimalkan pemanfaatan sampah menjadi sumber energi.
Proyek PSEL tersebut direncanakan berlokasi di Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Cilowong, Kota Serang.
Program PSEL merupakan teknologi pengolahan sampah yang mampu mengubah limbah menjadi bahan bakar alternatif maupun energi listrik. Program ini menjadi salah satu langkah pemerintah untuk mengurangi volume sampah di wilayah perkotaan sekaligus mendukung pemanfaatan energi bersih.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang, Farach Richi mengatakan, Pemkot Serang saat ini tengah menjalin kerja sama dengan sejumlah daerah untuk memenuhi kebutuhan kuota sampah sebagai bahan baku pengolahan energi.
Hal tersebut disampaikan Farach usai menghadiri rapat koordinasi di Kementerian Koordinator Pangan yang diikuti oleh berbagai kementerian dan lembaga terkait beberapa waktu lalu.
“Dalam rapat tersebut disampaikan bahwa program pengolahan sampah akan dimulai pada April dengan batch pertama yang mencakup wilayah Bogor Raya, Denpasar, Yogyakarta, dan Kota Bekasi,” ujar Farach, Senin, 16 Maret 2026.
Ia menjelaskan, proyek PSEL di Kota Serang akan masuk dalam batch kedua yang dijadwalkan melalui proses lelang pada April 2026.
“Untuk PSEL Kota Serang, tahapan berikutnya adalah proses lelang pada April dan direncanakan groundbreaking atau peletakan batu pertama pada Oktober 2026,” katanya.
Farach menambahkan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten juga berencana mengundang sejumlah kepala daerah untuk menandatangani perjanjian kerja sama terkait pemenuhan kuota sampah.
“Rencananya Bupati Serang, Wali Kota Serang, dan Wali Kota Cilegon akan diundang untuk menandatangani Perjanjian Kerja Sama terkait pemenuhan kuota sampah,” jelasnya.
Editor: Mastur Huda











