SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Ancaman Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit campak di Provinsi Banten memicu respon serius dari kalangan legislatif.
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Banten, Taufiq Hidayat, ingatkan Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk memastikan ketersediaan vaksin campak menjangkau hingga ke pelosok daerah guna memutus rantai penularan yang kini mencapai 2.000 kasus suspek.
Taufiq menegaskan, pencegahan tidak boleh hanya terpusat di wilayah perkotaan, mengingat akses kesehatan di daerah terpencil sering kali menjadi titik lemah penyebaran wabah.
Menanggapi data temuan ribuan suspek campak di awal tahun 2026, Taufiq meminta Dinkes Banten melakukan pemetaan distribusi vaksin secara merata.
Ia berharap tidak ada laporan kekosongan stok vaksin di tingkat Puskesmas pembantu maupun posyandu di desa-desa.
“Kami meminta Dinkes memastikan vaksin campak tersedia hingga pelosok daerah. Jangan sampai warga di desa kesulitan mendapatkan hak imunisasi anak mereka hanya karena kendala distribusi. Mitigasi harus menyentuh akar rumput agar status KLB bisa kita cegah bersama,” ujar Taufiq Hidayat di Serang, Rabu 18 Maret 2026.
Meski memberikan penekanan pada distribusi vaksin, Taufiq juga memberikan apresiasi atas langkah proaktif Dinkes Banten yang berhasil mendeteksi dini ribuan suspek melalui surveilans aktif.
Menurutnya, langkah ini merupakan bentuk transparansi yang patut dipuji.
“Kita apresiasi Dinkes yang sudah ‘buka-bukaan’ data dan berhasil mendeteksi dini. Namun, setelah dideteksi, langkah selanjutnya adalah eksekusi mitigasi. Gerak cepat sangat diperlukan agar lonjakan kasus ini tidak meledak menjadi wabah nasional,” tambahnya.
Taufiq juga mengingatkan bahwa mobilitas masyarakat jelang Lebaran 2026 akan sangat tinggi.
Hal ini meningkatkan risiko penularan campak antarwilayah jika cakupan imunisasi tidak segera diperkuat.
“Fraksi Gerindra berharap langkah mitigasi segera dilakukan secara masif. Edukasi kepada orang tua tentang pentingnya imunisasi MR harus ditingkatkan. Kami di DPRD akan mengawal ketat ketersediaan obat dan vaksin ini agar masyarakat Banten, khususnya anak-anak, tetap terlindungi,” pungkasnya.
Reporter : Yusuf Permana
Editor: Agung S Pambudi











