SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Keceriaan libur Lebaran keluarga M. Hamzah, warga Desa Wargasara, Pulau Tunda, Kabupaten Serang, berubah menjadi kepanikan luar biasa. Putra sulungnya yang berusia 11 tahun tersengat ikan beracun jenis lepo (stonefish) saat berenang di Pantai Pulau Tunda, Minggu (22/3/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.
Peristiwa bermula saat korban sedang asyik bermain air bersama adiknya. Namun, selang satu jam kemudian, korban berteriak kesakitan.
“Kakinya langsung bengkak hebat setelah terkena duri ikan tersebut,” ungkap Hamzah, Senin, 23 Maret 2026.
Ikan lepo atau ikan batu dikenal sebagai salah satu ikan paling beracun di dunia yang sering berkamuflase di antara karang. Sengatannya menyebabkan nyeri hebat, pembengkakan, hingga risiko fatal jika tidak segera ditangani secara medis.
Nahas, saat dilarikan ke fasilitas kesehatan setempat, keluarga korban mendapati kenyataan pahit: tidak ada satu pun tenaga medis yang berjaga di Puskesmas Pembantu (Pustu) Pulau Tunda.
Akibat absennya petugas yang diduga sedang libur Lebaran ke luar pulau, Hamzah terpaksa menempuh jalan terakhir dengan pengobatan tradisional kampung untuk meredakan rasa sakit sang anak.
Hingga berita ini diturunkan, kondisi korban masih dalam pemantauan keluarga dengan keterbatasan peralatan medis, sementara akses menuju daratan Serang terkendala jarak dan biaya yang besar.*
Editor : Krisna Widi Aria










