PANDEGLANG – Balawista Banten melaporkan sebanyak 25 anak sempat terpisah atau hilang dari pengawasan orangtua saat berlibur di kawasan Pantai Carita, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang. Peristiwa tersebut tercatat pada Minggu, 22 Maret 2026.
Dari total 25 anak yang dilaporkan hilang, seluruhnya berhasil ditemukan dan kembali kepada orang tua atau keluarga masing-masing berkat bantuan berbagai pihak yang terlibat dalam pengamanan kawasan wisata.
Koordinator Lapangan Balawista Banten, Hasan Basri, mengatakan laporan anak hilang tersebut tercatat di pos siaga wisata dan didominasi karena kelalaian pengawasan orang tua di tengah keramaian.
“Sebanyak 25 anak tercatat di pos siaga wisata. Ini bukan semata karena keramaian, tetapi karena pengawasan orang tua yang kurang,” ujarnya, Senin 23 Maret 2026.
Ia menjelaskan, kondisi pantai yang ramai sering kali membuat orang tua lengah, misalnya saat sedang menggunakan ponsel untuk berfoto selfie, berkomunikasi, atau bahkan bermain media sosial seperti TikTok, sehingga anak luput dari pengawasan.
“Bisa jadi orang tua sedang fokus pada handphone, selfie, atau aktivitas lainnya, sehingga anak terlepas dari pantauan,” tambahnya.
Hasan bersyukur seluruh anak yang dilaporkan hilang dapat ditemukan kembali dengan cepat berkat kerja sama petugas Balawista, kepolisian, Basarnas, relawan, serta masyarakat yang peduli terhadap keselamatan wisatawan.
Ia juga mengimbau kepada para wisatawan agar selalu menjaga dan mengawasi anak-anak saat berada di area pantai, serta mematuhi arahan petugas, tidak berenang ke tengah, dan menggunakan pelampung saat beraktivitas di air.
“Kami mengimbau wisatawan yang membawa anak agar selalu menjaga dengan baik, serta mematuhi aturan demi keselamatan bersama,” pungkasnya.
Editor: Mastur Huda











