SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Absennya tenaga medis di wilayah kepulauan kembali memicu kecaman warga. Kasus tersengatnya seorang anak oleh ikan beracun di Pulau Tunda pada Minggu (22/3/2026) menjadi bukti nyata rapuhnya layanan kesehatan di daerah terpencil Kabupaten Serang saat masa libur panjang.
M. Hamzah, orang tua korban sekaligus warga setempat, mengungkapkan kekecewaannya lantaran tidak ada bidan maupun mantri yang bersiaga di Puskesmas Pembantu saat kondisi darurat terjadi.
“Kami ini jauh dari daratan. Kalau harus ke Serang atau Tirtayasa butuh waktu dan biaya besar. Kondisi darurat tidak bisa menunggu,” tegasnya, Senin 23 Maret 2026.
Menanggapi persoalan menahun ini, warga mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang untuk melakukan evaluasi total terhadap penempatan tenaga kesehatan di wilayah kepulauan.
Menurutnya, Pemkab harus memberikan sanksi atau teguran bagi nakes yang meninggalkan posko tanpa petugas pengganti, terutama di wilayah isolasi seperti Pulau Tunda.
Pihaknya juga mendesak pemerintah untuk memberikan ruang bagi putra-putri asli Pulau Tunda yang memiliki latar belakang pendidikan kesehatan agar dapat mengabdi di kampung sendiri.
“Banyak putra daerah yang mampu dan memenuhi syarat. Kalau mereka yang ditugaskan, mereka pasti tinggal di sini dan lebih cepat tanggap karena ini tanah kelahiran mereka,” tambah Hamzah.
Potret ketimpangan ini diharapkan menjadi alarm bagi Dinas Kesehatan Kabupaten Serang agar fasilitas kesehatan yang telah dibangun tidak sekadar menjadi bangunan kosong tanpa fungsi di saat warga sedang bertaruh nyawa.
Reporter : Yusuf Permana
Editor: Agung S Pambudi











