SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Fenomena penipuan kerja ke luar negeri kembali menelan korban warga Kota Serang.
Seorang pemuda asal Kelurahan Kasemen akhirnya berhasil dipulangkan setelah sempat terjebak dalam jaringan penipuan berkedok lowongan kerja di Kamboja.
Kasus ini menjadi pengingat keras bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih berhati-hati terhadap tawaran pekerjaan di luar negeri yang tidak jelas legalitasnya.
Modus yang digunakan pelaku kian beragam dan terorganisir, bahkan menyerupai praktik perdagangan manusia.
Korban diketahui dijanjikan pekerjaan layak di sektor kuliner di Vietnam.
Namun, alih-alih bekerja sesuai perjanjian, korban justru dipaksa menjalani aktivitas penipuan daring di Kamboja dalam kondisi yang memprihatinkan.
Pengalaman pahit tersebut berlangsung selama lebih dari satu tahun, di mana korban bersama puluhan pekerja lainnya dikurung dan di bawah tekanan untuk memenuhi target tertentu.
Situasi ini memperlihatkan sisi gelap praktik eksploitasi tenaga kerja ilegal lintas negara.
Beruntung, upaya pemulangan yang melibatkan keluarga dan pemerintah daerah akhirnya membuahkan hasil.
Korban kini telah kembali ke Kota Serang dalam kondisi selamat, meski menyisakan trauma mendalam.
Wali Kota Serang, Budi Rustandi, mengaku terharu saat bertemu langsung dengan korban. Ia menilai, kisah yang dialami korban sangat memprihatinkan dan menyerupai adegan dalam film.
“Hari ini saya bertemu langsung dengan korban pekerja yang mengalami penipuan di Kamboja. Di sebelah saya ini adalah salah satu anak yang benar-benar ingin mencari pekerjaan,” ujarnya di Puspemkot Serang, Selasa, 31 Maret 2026.
Ia mengungkapkan, korban bersama pekerja lain sempat dikumpulkan dalam satu gedung, mengalami penyiksaan, dan dipaksa mencari konsumen untuk praktik penipuan melalui media digital.
“Saya merasa sangat terharu sekaligus bahagia karena yang bersangkutan akhirnya bisa kembali ke Kota Serang. Ceritanya seperti di film, mereka dikumpulkan, disiksa, dan dipaksa melakukan penipuan,” katanya.
Menurutnya, kejadian ini tidak lepas dari tingginya angka pengangguran yang masih menjadi tantangan di Kota Serang.
Kondisi tersebut membuat sebagian masyarakat tergiur dengan tawaran kerja instan di luar negeri.
Karena itu, ia berkomitmen untuk terus mendorong masuknya investasi ke daerah agar membuka lapangan kerja yang layak bagi masyarakat lokal.
“Ini menjadi salah satu dampak dari tingginya angka pengangguran di Kota Serang. Maka dari itu, saya terus berupaya mencari investasi agar anak-anak kita bisa bekerja di daerah sendiri,” ucapnya.
Ia juga berharap peristiwa serupa tidak kembali terjadi di kemudian hari. Pemerintah, kata dia, akan meningkatkan edukasi kepada masyarakat terkait bahaya penipuan kerja ke luar negeri.
“Saya berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Saya bersyukur bisa bertemu langsung dengan korban, karena ceritanya memang sangat menyedihkan,” tuturnya.
Editor: Abdul Rozak











