SERANG,RADARBANTEN.CO.ID- Seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) bernama Siti Muijah (39), warga Kampung Ragas, RT 05 RW 06, Desa Purwadari, Kecamatan Lebak Wangi, Kabupaten Serang, meninggal dunia di Arab Saudi.
Korban diduga terjatuh dari atas lantai lima di Al Khobar, Saudi Arabia.
Saat ini, jenazah korban sedang dijemput di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tanggerang.
Paman korban, Suwandi, mengatakan, sebelum meninggal dunia, Siti Muijah sempat memberikan informasi pada tiga bulan lalu, bahwa dirinya sakit.
“Terus almarhumah meminta ke suami agar memohon kepada sponsornya untuk memulangkan ke Indonesia. Namun, setelah meminta ke pihak sponsor berkali-kali, mereka tidak menanggapinya,” katanya, Rabu, 1 April 2026.
Meskipun kondisi Siti Muijah sakit, ia diminta harus tetap bekerja oleh pihak Sarika. Bahkan, ketika almarhumah menolak karena alasan kesehatan, almarhumah selalu mendapatkan tindakan yang tidak mengenakan.
“Seperti contohnya dia tidak dikasih makan, lalu dijauhkan dari teman-temannya,” ujarnya.
Namun, pada tanggal 8 Februari 2026, pihak sponsor justru meminta Sarikan memaksa Siti Muijah untuk membuat video bahwa kondisi kesehatanya baik-baik saja.
“Almarhumah ini dipaksa mengakui bahwa dirinya sehat, dirinya siap kerja untuk ambil kontrak 3 tahun atau 2 tahun. Nah, setelah bikin video itu selang 2 hari memberikan kabar ke suaminya bahwa dirinya mau bekerja dan dia dioper ke Sarikah Cabang yang ada di kota lain. Nah, katanya sih 2 hari kemudian mau diambil majikan,” ungkapnya.
Setelah itu, pihak keluarga pun kemudian akhirnya kehilangan kontak dengan almarhumah. Pasalnya, telefon genggam miliki korban justru dirampai oleh pihak sarikah.
“Tiba-tiba ada salah satu utusan dari sponsor datang ke rumah memberitahu kita pada waktu tanggal 26 Februari bahwa nama Siti Mujiah tersebut sudah meninggal dunia,” ungkapnya.
Namun, pihak sponsor tidak memberikan keterangan yang rinci mengenai penyebab kematian almarhumah. Keluarga hanya diberikan informasi bahwa almarhumah jatuh dari lantai 5.
“Namun kita tidak diberikan hasil otopsinya, foto kondisi korbannya juga tidak diberikan. Diperkirakan korban sudah meninggal sebelum tanggal 20 itu, tanggal 17 Februari kayaknya,” ujarnya.
Ia menduga, ada hal yang ditutupi oleh pihak sponsor sehingga informasi mengenai kematian korban barus disampaikan setelah beberapa hari berlalu. Saat ini, pihak sponsor kabur dan justru tidak dapat dihubungi.
Saat ini, dirinya tengah berupaya untuk menjemput jenazah korban yang saat ini sudah berada di bandar udara internasional Soekarno Hatta, Tanggerang. Suwandi bersama suami korban Sulaeman menjemput korban.
Sementara itu, ibu kandung Siti Muijah, Khadijah, mengungkapkan bahwa almarhumah sudah bekerja di Arab Saudi sejak 2024. Korban sebelumnya ditempatkan sebagai cleaning service di rumah sakit dan sekolah.
Namun, setelah satu tahun bekerja, korban kemudian diberhentikan sehingga beralih menjadi Asisten Rumah Tangga (ART).
“Komunikasi terakhir sebelum puasa, ngeluh kalau sakit dan tidak dikasih makan di Sarikah. Mengaku sakit lambung dan sempat meminta keluarga untuk pulang,” katanya.
Editor: Agus Priwandono











