PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Sungai Ciseukeut meluap hingga menyebabkan banjir setinggi 1,5 Meter sampai 2 Meter, merendam permukiman warga dan SMK Negeri 6 Pandeglang, di Desa Pangkalan, Kecamatan Sobang, Kabupaten Pandeglang.
Penyebab Sungai Ciseukeut banjir hingga merendam permukiman dan SMK Negeri 6 Pandeglang, akibat intensitas hujan tinggi mengguyur wilayah selatan Pandeglang.
Selain SMK 6 Pandeglang, banjir juga merendam SMP Negeri Sobang, Kecamatan Sobang, Kabupaten Pandeglang.
Kepala SMK Negeri 6 Pandeglang Nurhani mengatakan, banjir kali ini terbesar di tahun 2026.
“Air merendam halaman sekolah dan ruang kelas. Dalam ruang kelas ketinggian air sudah satu meter dan depannya pas halaman sudah lebih dari satu meter,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, melalui sambungan telepon selularnya, Kamis, 9 April 2026.
Banjir lebih parah lagi pada bagian belakang. Ketinggian air lebih tinggi bisa mencapai dua meter karena kontur tanah sekolah miring atau datarannya lebih rendah bagian belakang.
“Potensi air (sampai pukul 13.00 WIB) berpotensi masih terus naik. Dan untuk KBM siswa pas tadi pagi pulang lebih awal,” katanya.
Secara kebetulan pada hari ini tidak ada ujian sekolah.
“Untuk uji kompetensi itu, alhamdulilah baru kemarin selesai. Jadi hari ini tidak ada pelaksanaan ujian dan siswa pulang lebih awal,” katanya.
Selain sekolah, Nurhani menerangkan, kalau banjir sekarang ini hampir seluruh wilayah sobang kena banjir. “Dengan ketinggian air bervariasi,” katanya.
Warga Sobang Aan mengungkapkan, kalau rumahnya kebanjiran. “Kalau banjir merendam rumahnya dari anak Sungai Ciseukeut. Dari Kali Cimandahan,” katanya.
Bencana banjir sekarang ini bisa dikatakan paling besar sepanjang 2026. Biasanya banjir hanya merendam SMK tapi sekarang sampai ke SMP juga.
“Banjir berpotensi terus naik,” katanya.
Editor Daru











