PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Konflik geopolitik di Timur Tengah berdampak pada jalur distribusi bahan baku plastik, sehingga harga berbagai jenis plastik di Pasar Pandeglang melonjak tajam.
Kenaikan harga mulai dirasakan pedagang setelah Lebaran, dengan lonjakan bertahap antara 20 persen hingga 80 persen.
Salah seorang pemilik toko plastik di Pasar Pandeglang, Hamijul, menjelaskan bahwa lonjakan paling terasa terjadi pada plastik Polietilen (PE) dan Polipropilen (PP), khususnya jenis bening yang banyak digunakan untuk usaha makanan dan minuman.
“Harganya sekarang lompat, bukan naik biasa lagi. Biasanya kita jual Rp 6.500, sekarang bisa sampai Rp 11.000. Kenaikannya sampai 80 persen,” kata Hamijul, Rabu, 8 April 2026.
Hamijul menambahkan, harga plastik PP yang biasanya Rp 17.000 per pack kini menjadi Rp 26.000. Dampaknya, omzet pedagang menurun hingga 30 persen, dan mereka terpaksa mengurangi stok karena khawatir harga berubah sewaktu-waktu.
“Kita kurangi belanjanya, takut nanti harganya turun lagi,” ujarnya.
Kenaikan harga ini juga membuat banyak konsumen, terutama pelaku UMKM kuliner, batal membeli plastik karena harga dinilai terlalu mahal. Salah satu pembeli, Yayah, mengaku menunda pembelian hingga harga kembali normal.
“Iya, saya nggak jadi beli, kemahalan harganya. Nanti aja belinya kalau udah normal baru beli,” kata Yayah.
Kondisi ini dinilai cukup memberatkan UMKM di Pandeglang, yang sehari-hari sangat bergantung pada kemasan plastik untuk operasional usaha.
Editor: Mastur Huda











