PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Balita penderita tumor ganas, Farhan (3), warga Kampung Simpang, Desa Banyuasih, Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang, mendapat pendampingan dari relawan Fesbuk Banten News (FBN) untuk menjalani pengobatan lanjutan.
Tim relawan FBN secara langsung menjemput Farhan bersama keluarganya pada Selasa malam (7/4/2026), mengingat jarak tempuh menuju Jakarta cukup jauh dan membutuhkan pendampingan khusus.
Setelah dijemput, Farhan dan keluarga untuk sementara singgah di rumah singgah relawan FBN di Kota Serang selama satu hari. Selanjutnya, Farhan dijadwalkan menjalani pengobatan lanjutan di RS Dharmais Jakarta pada Kamis (9/4/2026) dengan pendampingan penuh dari relawan.
“Alhamdulillah Farhan sudah kami jemput dan saat ini berada di rumah singgah FBN,” ujar Direktur Relawan FBN, Lulu Jamaludin, Selasa (7/4/2026) malam.
Lulu menjelaskan, apabila Farhan harus menjalani perawatan intensif maupun rawat jalan di Jakarta, pihaknya akan memfasilitasi tempat tinggal sementara di Rumah Singgah Pemprov Banten yang berada di kawasan Tebet.
“Semoga pendampingan ini menjadi titik terang bagi keluarga Farhan, setelah sebelumnya pengobatan sempat terhenti akibat keterbatasan biaya,” katanya.
Sementara itu, ibu kandung Farhan, Kurniawati, mengungkapkan bahwa penyakit tumor pertama kali diketahui saat anaknya berusia sekitar 1,5 tahun, dengan gejala awal berupa benjolan di bagian perut.
“Awalnya diketahui ada tumor di perut setelah diperiksa di Rumah Sakit Alinda, kemudian dirujuk ke RSUD Banten,” ujarnya.
Di RSUD Banten, Farhan sempat menjalani perawatan awal, namun belum mendapatkan tindakan operasi. Karena keterbatasan biaya, pengobatan sempat terhenti dan dilanjutkan secara mandiri di kampung.
Seiring waktu, kondisi Farhan mengalami perkembangan. Tumor yang awalnya satu, kini menjadi tiga, meski pertumbuhannya tergolong lambat.
“Sekarang benjolan tidak hanya di perut, tapi juga muncul di bagian mata dan atas telinga, dan terus membesar sejak Desember 2025,” jelas Kurniawati.
Farhan sempat menjalani pengobatan di beberapa fasilitas kesehatan, mulai dari RSUD Banten, RSUD Labuan, hingga rumah sakit di Tangerang. Namun, ia akhirnya dirujuk ke RS Dharmais Jakarta untuk menjalani tindakan operasi.
“Dari rumah sakit di Tangerang, kami disarankan operasi di Dharmais. Tapi harus bolak-balik untuk pemeriksaan, dan yang paling berat itu biaya operasional,” ungkapnya.
Dengan adanya pendampingan dari relawan FBN, keluarga berharap proses pengobatan Farhan dapat berjalan lancar dan memberikan harapan kesembuhan.
Editor: Mastur Huda











