LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Lebak mendapat jatah bantuan keuangan (Bankeu) dari Pemkab Lebak paling besar.
Tahun ini, Pemkab Lebak menyiapkan bantuan keuangan untuk partai politik (Parpol) sebesar Rp 2,7 miliar lebih. Hibah bantuan keuangan itu untuk Parpol hasil Pemilu 2024-2029 yang mendapatkan kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lebak.
Gerindra mengungguli PDIP sebagai pemilik kursi terbanyak di DPRD Lebak. Gerinda mendapat bantuan hibah sebesar Rp 395.647.000 dengan jumlah 113.042 suara.
Golkar menjadi terbesar kedua yang mendapat bantuan sebesar Rp 388.272.500, dengan jumlah 110.935 suara.
Selanjutnya, PDIP yang memiliki kursi terbanyak di DPRD Lebak mendapat bantuan sebesar Rp 378.749.000, dengan 108.214 suara.
Perindo yang meraih satu kursi di DPRD Lebak menjadi partai paling kecil yang menerima bantuan keuangan, sebesar Rp 47.799.500, dengan 13.657 suara.
Wakil Ketua DPRD Lebak, M Agil Zukfikar, menekankan bantuan keuangan partai politik harus digunakan untuk memperkuat demokrasi dan pendidikan politik masyarakat.
Ia meminta partai politik memanfaatkan dana hibah itu untuk pembinaan kader, pendidikan politik yang santun, dan kegiatan yang berdampak nyata bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Ya, juklak dan juknis sudah ada. Partai politik harus benar-benar mengolah dan mendesain program supaya berdampak positif bagi masyarakat dan kader,” kata politisi Gerindra ini, Selasa, 14 April 2026.
Agil menambahkan, legalitas anggaran harus berbanding lurus dengan peningkatan kualitas demokrasi dan kemandirian partai politik, dengan LPJ sebagai bentuk akuntabilitas.
“Semua pengguna anggaran negara, termasuk partai politik, harus diaudit oleh Inspektorat maupun BPK. Saya yakin parpol siap mempertanggungjawabkan penggunaan anggaran tersebut,” pungkasnya.
Editor: Agus Priwandono











