CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon menyambut positif rencana investasi pembangunan pabrik truk listrik senilai Rp10 triliun yang dikabarkan akan masuk ke kawasan industri di Kota Baja.
Diketahui, investasi tersebut merupakan proyek pembangunan pabrik truk listrik pertama di Indonesia yang digarap oleh Nusantara Halid Group (NH Group) bersama Grand Seleron Indonesia.
Proyek ini merupakan relokasi pabrik milik Cang Kuang Mining Machinery dari China ke kawasan Krakatau Industrial Estate.
Realisasi investasi diperkuat melalui penandatanganan Perjanjian Jual-beli Lahan Industri (PJLI) seluas 8 hektare antara PT Krakatau Sarana Infrastruktur dan PT Almas Mandiri Anugerah (AMA), entitas anak usaha GSI.
Walikota Cilegon, Robinsar, mengatakan pihaknya mendukung penuh realisasi investasi tersebut, selama berjalan sesuai dengan regulasi yang berlaku.
“Kami menyambut baik tentunya, harapannya itu bisa terealisasi dan terwujud,” ujar Robinsar kepada wartawan.
Ia menegaskan, Pemkot Cilegon siap memfasilitasi berbagai kebutuhan investor sepanjang masih dalam kewenangan pemerintah daerah.
“Kami dari pemerintah juga siap memfasilitasi apa yang jadi kewenangan kami. Selagi sesuai regulasi, kami siap bantu,” katanya.
Menurutnya, Pemkot juga membuka ruang komunikasi seluas-luasnya bagi investor maupun pihak industri, termasuk Krakatau Steel dan anak usahanya.
“Kami sangat terbuka, baik dari pihak KS ataupun investor sendiri. Kalau ada kesulitan, sampaikan ke kami, akan kami bantu,” tegasnya.
Meski demikian, Robinsar mengakui hingga saat ini belum ada komunikasi langsung antara Pemkot dengan pihak investor.
Informasi yang diterima baru sebatas penyampaian dari pihak PT Krakatau Sarana Infrastruktur tanpa tindak lanjut lebih jauh.
“Kalau kami, belum ada komunikasi ke investor. Hanya dari KS menyampaikan saja kemarin dan belum ada tindak lanjut,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Pemkot Cilegon akan mendorong agar investor yang masuk dapat menempatkan kantor pusat (head office) di Cilegon. Hal ini dinilai penting untuk meningkatkan kontribusi pajak bagi daerah.
“Yang pertama kita dorong agar investor baru bisa berkantor di Cilegon, head office-nya di sini. Agar dari segi pajak masuk ke daerah,” jelasnya.
Editor: Abdul Rozak











