CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Angka kemiskinan di Kota Cilegon mengalami peningkatan pada awal tahun 2026.
Dinas Sosial (Dinsos) Kota Cilegon mencatat, jumlah warga miskin bertambah sekitar 7.000 jiwa dibandingkan tahun sebelumnya.
Kepala Dinas Sosial Kota Cilegon, Lia Nurlia Mahatma, mengungkapkan bahwa pada tahun 2025 jumlah masyarakat miskin berada di kisaran 150.000 jiwa.
Namun, pada awal 2026 angka tersebut meningkat menjadi sekitar 157.000 jiwa.
“Penambahannya kurang lebih sekitar 7.000 jiwa, jadi totalnya sekarang sekitar 157.000 jiwa,” ujar Lia saat dikonfirmasi, Rabu, 22 April 2026.
Menurutnya, kenaikan tersebut tidak sepenuhnya disebabkan oleh meningkatnya kondisi ekonomi masyarakat, melainkan adanya pembaruan sistem pendataan sosial yang lebih rinci.
Ia menjelaskan, saat ini pemerintah menggunakan Data Tunggal Sosial Nasional (DTSN) yang merupakan pengembangan dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Dalam DTSN, proses pemeringkatan dilakukan lebih detail berdasarkan desil atau tingkat kesejahteraan masyarakat.
“DTSN ini berbeda dengan DTKS yang sebelumnya hanya menggunakan beberapa indikator. Sekarang lebih detail, dan pemeringkatan dilakukan oleh Kementerian Sosial bersama BPS, bukan dari kami di daerah,” jelasnya.
Lia menambahkan, adanya perubahan desil dalam DTSN menyebabkan sebagian masyarakat yang sebelumnya tidak terdata, kini masuk dalam kategori penerima bantuan sosial.
Selain itu, terdapat pula peralihan data dari tingkat provinsi yang turut mempengaruhi jumlah total warga miskin di Kota Cilegon.
Terkait kemiskinan ekstrem, Lia menegaskan bahwa penentuan datanya bukan berasal dari Dinas Sosial kabupaten/kota.
Hal tersebut karena indikatornya mencakup berbagai sektor, termasuk ketenagakerjaan dan ekonomi secara menyeluruh.
“Untuk kemiskinan ekstrem bukan dari kami yang menentukan, karena banyak faktor yang mempengaruhi seperti ketenagakerjaan,” katanya.
Editor: Agus Priwandono









