CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Dugaan keracunan kembali terjadi pada siswa di Kota Cilegon.
Kali ini, sebanyak 11 siswa SMP PGRI Citangkil, Kecamatan Citangkil, dilaporkan mengalami gejala keracunan usai mengonsumsi makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu 22 April 2026.
Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kota Cilegon sekaligus Kepala Satgas MBG, Aziz Setia Ade Putra membenarkan adanya laporan tersebut.
“Hari ini ada informasi diduga terkait keracunan di SMP PGRI Citangkil,” ujarnya.
Berdasarkan laporan sementara dari Dinas Kesehatan, terdapat 11 siswa yang mengalami keluhan.
Sebanyak delapan siswa ditangani di lingkungan sekolah, sementara tiga lainnya harus mendapatkan perawatan di UGD Puskesmas Citangkil.
“Laporan sementara ada 11 orang. Ditangani di sekolah delapan orang dan berobat ke UGD Puskesmas Citangkil tiga orang,” jelas Aziz.
Ia merinci, dari total siswa yang terdampak, enam di antaranya laki-laki dan lima perempuan. Gejala yang dialami relatif serupa, yakni mual, muntah, pusing, dan lemas.
“Laki-laki enam, perempuan lima. Gejalanya rata-rata mual, muntah, pusing, dan lemas,” katanya.
Terkait makanan yang dikonsumsi, Aziz menyebut berdasarkan informasi awal, distribusi makanan dilakukan sekitar pukul 09.00 WIB oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Menu yang diberikan kepada siswa terdiri dari nasi, telur ceplok saus tiram, kacang merah rebus, tumis kacang panjang, serta susu.
“Informasi pengiriman dari SPPG sekitar jam 9. Menunya nasi, telur ceplok saus tiram, kacang merah rebus, tumis kacang panjang dan susu,” ungkapnya.
Namun demikian, pihaknya masih menunggu informasi lebih lanjut terkait waktu pasti konsumsi makanan oleh para siswa.
“Untuk dimakan jam berapa belum ada informasi, biasanya siang,” tambahnya.
Saat ini, pemerintah daerah bersama Dinas Kesehatan masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut, termasuk kemungkinan uji sampel makanan.
Editor: Bayu Mulyana











