KOTA TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID-Sejarah wilayah Cipondoh tidak dapat terlepas dari keberadaan Situ Cipondoh. Situ itu menjadi bagian penting dalam pembentukan identitas kawasan tersebut.
Dari bentang alam berupa genangan air, wilayah ini berkembang menjadi salah satu kawasan perkotaan di Kota Tangerang. Dalam buku Melacak Asal Muasal Kampung di Kota Tangerang karya Burhanudin, nama Cipondoh berakar dari istilah “cai mondok”.
Dalam bahasa Sunda, “cai” berarti air, sedangkan “mondok” merujuk pada aktivitas menetap atau tinggal. Istilah tersebut menggambarkan kondisi awal wilayah yang berupa genangan air atau situ kecil yang menjadi tempat berkumpulnya air dari berbagai wilayah sekitar. Seiring waktu, genangan tersebut meluas hingga menjangkau kawasan Kunciran, Pinang, hingga Cipete.
Perubahan pelafalan oleh masyarakat Betawi kemudian mengubah istilah “cai mondok” menjadi “Cipondoh” yang dikenal hingga saat ini. Nama tersebut sekaligus menjadi penanda sejarah alam dan budaya yang melekat pada wilayah tersebut.
Seiring perkembangan zaman, wilayah Cipondoh mengalami perubahan signifikan. Dari kawasan yang mayoritas perairan dan permukiman sederhana, kini berkembang menjadi kawasan perkotaan dengan aktivitas ekonomi dan sosial yang cukup tinggi.
Perkembangan tersebut juga tercermin dari pembagian wilayah administratif yang kini terbagi menjadi beberapa kelurahan. Antara lain Cipondoh, Cipondoh Indah, dan Cipondoh Makmur.
Pemekaran ini menjadi bagian dari dinamika pertumbuhan wilayah yang terus berlangsung. Meski telah bertransformasi menjadi kawasan perkotaan, keberadaan Situ Cipondoh tetap menjadi penanda historis sekaligus ruang terbuka yang menyimpan jejak asal-usul wilayah tersebut.
Cipondoh pun kini terkenal sebagai salah satu kecamatan strategis di Kota Tangerang yang terus berkembang, tanpa meninggalkan akar sejarahnya sebagai wilayah yang lahir dari tempat “air yang menetap”.
Editor : Rostinah











