SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten mencatat inflasi pada Februari 2026 sebesar 0,93 persen secara bulanan (month-to-month), meningkat dari Indeks Harga Konsumen (IHK) 109,16 pada Januari 2026 menjadi 110,18 pada Februari 2026. Secara tahunan (year-on-year), inflasi tercatat 5,14 persen, sementara inflasi sejak awal tahun (year-to-date) sebesar 0,59 persen.
Ketua Tim Statistik Distribusi, Harga, dan Jasa BPS Provinsi Banten, Saeful Hidayat, menyebut lima komoditas utama yang memicu inflasi bulanan. Di antaranya, daging ayam ras andil 0,15 poin persen, emas perhiasan andil 0,12 poin persen, cabai rawit andil 0,09 poin persen, bawang merah andil 0,08 poin persen, dan ikan mas andil 0,07 poin persen.
Sementara lima komoditas yang mengalami penurunan harga dan memberi andil deflasi adalah, bensin deflasi 0,05 poin persen, deodorant deflasi 0,02 poin persen, wortel deflasi 0,01 poin persen, detergen cair deflasi 0,01 poin persen, dan wafer deflasi 0,01 poin persen.
Menurut Saeful, inflasi bulanan tertinggi terjadi di Kabupaten Pandeglang sebesar 1,64 persen, sedangkan inflasi terendah tercatat di Kota Tangerang sebesar 0,64 persen.
Editor: Mastur Huda











