CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kota Cilegon jangan hanya sekadar menjadi agenda seremonial tahunan. Namun, harus menjadi titik refleksi sekaligus arah pembangunan ke depan.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Cilegon dari Fraksi Gerindra, Ahmad Aflahul Aziz menilai di usia yang ke-27 tahun, Kota Cilegon memasuki fase kota yang seharusnya matang dalam pembangunan.
Ia juga mengapresiasi berbagai capaian Kota Cilegon. Mulai dari pertumbuhan industri yang pesat, kontribusi terhadap ekonomi daerah, hingga posisi strategis sebagai gerbang Pulau Jawa bagian barat. “Namun, capaian tersebut harus seimbang dengan pemerataan kesejahteraan masyarakat. Ini yang masih menjadi pekerjaan rumah bersama,” ujarnya.
Ia menyoroti masih adanya rumah tidak layak huni (RTLH) serta tingkat pengangguran yang relatif tinggi di Kota Cilegon. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi yang terjadi belum sepenuhnya inklusif.
“Kota dengan kawasan industri besar seharusnya mampu menyerap tenaga kerja lokal secara optimal dan memastikan masyarakatnya hidup layak,” tegasnya. Politisi muda ini juga menekankan pentingnya menjadikan momentum HUT ke-27 sebagai dorongan untuk memperkuat sinergi antara industri dan masyarakat lokal.
Selain itu, ia juga menilai, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) juga menjadi kunci agar mampu menjawab kebutuhan dunia industri. Tak hanya itu, ia pun mendorong percepatan program pengentasan kemiskinan serta perbaikan hunian masyarakat agar lebih layak.
“Di usia ke-27 ini, Cilegon bukan lagi kota yang sedang tumbuh. Tapi kota yang harus mulai matang. Fokus pembangunan harus bergeser, tidak hanya pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada pemerataan dan kualitas hidup masyarakat,” katanya.
Ia berharap, peringatan HUT ke-27 Kota Cilegon dapat menjadi momentum perubahan arah pembangunan. “Dari sekadar kota industri menjadi kota industri yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Editor : Rostinah











