CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Komisi III dan Komisi IV DPRD Kota Cilegon melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Tempat Pemrosesan Sampah Akhir (TPSA) Bagendung, Rabu 10 Juni 2026.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan TPSA Bagendung dalam mendukung Program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).
Dalam sidak tersebut hadir Ketua Komisi III DPRD Kota Cilegon Ruaniyah, Wakil Ketua Komisi III Rahmatulloh, Wakil Ketua Komisi IV Ahmad Aflahul Aziz serta sejumlah anggota DPRD lainnya.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Cilegon Rahmatulloh mengatakan, hasil peninjauan menunjukkan fasilitas pendukung di TPSA Bagendung masih berfungsi dengan baik, termasuk alat timbang.
“Komisi III dan Komisi IV tadi melihat langsung kelayakan alat timbang. Kami juga sudah mencoba alat timbang maupun laboratoriumnya dan masih berjalan dengan baik,” ujar Rahmatulloh.
Menurutnya, volume sampah yang masuk ke TPSA Bagendung saat ini rata-rata mencapai sekitar 420 ton per hari.
Jumlah tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan pasokan sampah sesuai kesepakatan yang telah dituangkan dalam nota kesepahaman (MoU) terkait pelaksanaan PSEL.
“Kalau secara rata-rata per hari sudah mencapai 420 ton. Jadi kalau dirata-ratakan kemampuan kita sesuai MoU sudah memadai,” katanya.
Selain meninjau kesiapan pasokan sampah, DPRD juga menyoroti kebutuhan anggaran operasional pengelolaan sampah yang diperkirakan mencapai Rp35 miliar.
Anggaran tersebut mencakup biaya operasional dan pemeliharaan, termasuk rencana penambahan 25 unit dump truck baru.
Rahmatulloh menjelaskan, penambahan armada diperlukan mengingat sebagian kendaraan pengangkut sampah yang saat ini digunakan sudah berstatus bekas.
“Untuk APBD, kebutuhan operasional sekitar Rp35 miliar ditambah pengadaan 25 unit dump truck baru. Karena yang ada sekarang sebagian merupakan kendaraan second dan beberapa sudah memasuki akhir masa kelayakan,” ungkapnya.
Ia menegaskan, Komisi III dan Komisi IV yang menjadi mitra kerja Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon sepakat memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan program PSEL.
“Kami secara prinsip sepakat memberikan dukungan dan rekomendasi kepada pimpinan DPRD. Program strategis nasional pengolahan sampah menjadi energi listrik ini kami dukung penuh,” tegasnya.
Rahmatulloh menambahkan, DPRD juga akan mengevaluasi capaian pendapatan daerah pada akhir Juni mendatang.
Ia berharap realisasi pendapatan semester pertama dapat mencapai minimal 50 persen sebagai dasar penyusunan kebijakan anggaran tahun berikutnya.
“Dengan begitu kita punya gambaran kondisi keuangan daerah dan bisa mulai memikirkan penganggaran APBD 2027 untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang ada,” pungkasnya.
Editor: Bayu Mulyana











