CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kota Cilegon kembali menerima apresiasi atas kualitas pelayanan publik.
Berdasarkan hasil penilaian tahun 2025 dari Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Provinsi Banten, Pemkot Cilegon memperoleh nilai 85,12 dengan kategori kualitas tinggi.
Capaian tersebut disampaikan dalam kegiatan penyerahan hasil penilaian opini pelayanan publik dan penghargaan Kota Pangan Aman yang digelar di Aula Setda Kota Cilegon, Senin, 11 Mei 2026.
Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kota Cilegon, Aziz Setia Ade Putra mengatakan, penilaian pelayanan publik yang dilakukan Ombudsman bukan sekadar tolak ukur capaian kinerja pemerintah daerah.
“Penilaian ini bukan hanya menjadi tolak ukur capaian, namun juga menjadi bahan evaluasi dan motivasi bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” kata Aziz dalam sambutannya.
Meski berhasil masuk kategori kualitas tinggi, Aziz mengakui terdapat penurunan nilai dibandingkan tahun sebelumnya.
Karena itu, hasil penilaian tersebut harus disikapi secara serius dan penuh tanggung jawab oleh seluruh perangkat daerah.
Dalam penilaian tersebut, terdapat tiga organisasi perangkat daerah (OPD) yang menjadi objek penilaian.
Dinas Sosial Kota Cilegon memperoleh nilai 86,8, Dinas Pendidikan Kota Cilegon meraih nilai 85,04, sedangkan RSUD Kota Cilegon mendapatkan nilai 83,5.
Aziz menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh jajaran pemerintah daerah, Forkopimda, instansi vertikal, hingga masyarakat Kota Cilegon.
Menurutnya, penghargaan dari Ombudsman RI maupun Balai Besar POM menjadi kado istimewa bagi Hari Jadi Kota Cilegon ke-27.
“Semoga penghargaan ini menjadi penyemangat bagi kita semua untuk terus memberikan pelayanan terbaik dan menghadirkan pemerintahan yang semakin responsif, profesional, dan berintegritas,” ujarnya.
Ia menegaskan, Pemkot Cilegon berkomitmen terus memperbaiki tata kelola pelayanan publik, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat sistem pengaduan masyarakat, serta membuka akses informasi seluas-luasnya.
Editor: Agus Priwandono











