PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID- Siswi SDN Banyumas 1, Desa Banyumas, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pandeglang bernama Yusdea Maulidia mengikuti lomba bertutur tingkat SD Sederajat se-Kabupaten Pandeglang Tahun 2026. SDN Banyumas 1 baru pertama kali mengikuti lomba.
Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Kabupaten Pandeglang menyelenggarakan Lomba Bertutur tingkat Kabupaten Pandeglang. Lomba ini merupakan bagian dari rangkaian Festival Bubur Terasi Tahun 2026.
Siswi SDN Banyumas 1, Yusdea Maulida tampil memukau saat berada di atas panggung mengikuti lomba bertutur. Guru SDN Banyumas 1, Ila Nurkholifah mengaku, senang dan bahagia dapat mendampingi siswi SDN Bayumas 1 mengikuti lomba bertutur. “Dari SDN Banyumas 1 diwakili oleh Yusdea Maulida yang tampil memukau mengikuti lomba bertutur,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Senin, 18 Mei 2026.
Sekalipun penampilannya memukau, namun Yusdea belum berkesempatan menjadi juara karena memang persaingannya cukup ketat. Banyak siswa lain juga sangat memukau saat berada di atas panggung. “Untuk materi lomba bertutur sendiri sudah tersedia daripanitia. Ada tiga judul pilihan, yakni Si Boncel, Sasakala Pandeglang, dan Batu Tulis Cidanghyang,” tuturnya.
Ila berharap, ke depan, SDN Banyumas 1 bisa meraih juara tingkat kabupaten dengan kesiapannya yang lebih matang lagi. “Kalau tahun ini kan tahun perdana bagi sekolahnya. Sebelumnya belum pernah ikut lomba seperti ini,” ungkapnya.
Kata dia, adanya kegiatan lomba bertutur ini turut memotivasi siswa sekolah, khususnya di daerah pelosok untuk bisa meraih prestasi. Walaupun memang belum mendapatkan juara tetapi secara mentalnya sudah menjadi juara. “Semoga saja ke depan bisa menjadi juara. Dan untuk penyelenggara lomba tidak hanya Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah tapi OPD lain juga bisa dengan tema dan kategori lomba yang berbeda tentunya,” ujar Ila.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Pandeglang, Neneng Nuraeni, mengatakan, lomba itu sebagai upaya menggairahkan budaya membaca dan literasi di tengah masyarakat. Sebanyak 50 perserta dari SD se-derajat di Kabupaten Pandeglang mengikuti lomba bertutur tersebut.
Selain lomba bertutur ada juga berbagai kegiatan lain. Misalnya, bimtek literasi informasi, lomba perpustakaan desa dan kelurahan, lomba video literasi, lomba menulis resensi buku, hingga pembinaan perpustakaan masyarakat.
“Seluruh rangkaian kegiatan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana pembelajaran, pembentukan karakter, serta penguatan budaya literasi sejak dini,” ujarnya.
Neneng menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Terutama Bupati Pandeglang atas perhatian dan komitmennya dalam pengembangan budaya literasi di daerah. “Dukungan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan program-program yang mampu meningkatkan minat baca, kemampuan literasi, dan kreativitas generasi muda di Kabupaten Pandeglang,” katanya.
Editor : Rostinah











