CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Program Pembayaran Jasa Lingkungan Hidup (PJLH) Daerah Aliran Sungai (DAS) Cidanau kembali dilanjutkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara PT Krakatau Tirta Industri (KTI), Forum Komunikasi DAS Cidanau (FKDC), dan Perum Jasa Tirta II (PJT II).
Penandatanganan kerja sama berlangsung di Excellence Center PT KTI, Kota Cilegon, Jumat (22/5/2026), dan disaksikan langsung Gubernur Banten Andra Soni.
Kerja sama tersebut menjadi langkah strategis menjaga keberlanjutan sumber air baku DAS Cidanau yang selama ini menjadi penopang kebutuhan industri dan masyarakat Kota Cilegon.
Pelaksana Tugas Direktur PT Krakatau Tirta Industri, Dendin Hermawan, mengatakan kerja sama ini menjadi momentum penting setelah program sempat mengalami jeda akibat penyesuaian regulasi pengelolaan sumber daya air.
“PT KTI dan FKDC sudah bersepakat bertanda tangan, dan tahun ini melibatkan Perum Jasa Tirta II. Program pembayaran jasa lingkungan ini bahkan dibawa Bappenas RI menjadi referensi atau percontohan di Indonesia,” ujar Dendin.
Menurutnya, keberlanjutan program PJLH penting untuk memastikan kawasan hulu DAS tetap terjaga agar pasokan air ke wilayah hilir tidak terganggu.
“Selama 20 tahun implementasi, program ini menjaga sumber daya air DAS Cidanau dan Cagar Alam Rawa Danau tetap lestari. Manfaatnya dirasakan masyarakat di hulu maupun kami di wilayah hilir,” katanya.
Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni menegaskan kebutuhan air baku Kota Cilegon yang terus meningkat harus diimbangi dengan perlindungan kawasan tangkapan air.
“Ini sebenarnya kelanjutan kerja sama yang sudah puluhan tahun dilakukan dalam rangka konservasi wilayah Rawa Danau bersama pihak industri yang memanfaatkan air di hilir,” ujar Andra.
Ia berharap kerja sama konservasi tersebut terus berjalan secara berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat sekitar.
“Kita berharap konservasi berjalan baik dan lingkungan tetap terjaga karena ada keterlibatan masyarakat setempat dalam kegiatan ini,” katanya.
Reporter : Yusuf Permana
Editor: Agung S Pambudi








