SERANG,RADARBANTEN.CO.ID- Berawal dari keisengan saat adanya pandemi Covind-19 lalu, aktivitas berkebun anggur yang dilakukan oleh Aparatur Sipil Negara di Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Serang, Andi Novayadi ternyata justru menjadi bisnis yang sangat menjanjikan.
Pandemi Covid-19 menjadi titik awal bagi Andi mengenal tanaman anggur. Banyaknya waktu luang karena adanya pembatasan dan pemberlakukan Work From Home (WFH) membuatnya berfikir untuk mencari aktifitas lain diluar rutinitas kerjanya.
Ia pun kemudian mencoba menanam anggur di rooftop rumahnya untuk mengisi kekosongan. Berawal dari iseng, sekedar mengisi waktu luang luang. Kini ia justru memiliki tiga green house yang ditanami anggur dan melon.
Tak tanggung-tanggung, produksi Anggur di satu green housnya mencapai 300 kilogram saat musim panen tiba dan mampu menambah income untuk keluarganya.
Andi menuturkan, mulanya ia hanya iseng menanam anggur di halaman rumahnya. “Coba-coba, menanam anggur di rooftop rumah. Saya tanami beberapa nggur di pot, ternyata hasilnya berbuah dan rasanya enak. Dari situ akhirnya terfikir untuk mengembangkan,” katanya, Sabtu 23 Mei 2026.
Dari kesan awal itulah, Andi kemudian terfikir untuk mengembangkan anggur di lahan yang lebih luas. Ia melihat secercah harapan dari potensi ekonomi dari buah yang masih jarang dibudidayakan di Indonesia tersebut.
Akhirnya, di tahun 2024, Andi kemudian menemukan lokasi yang cocok yakni berada di Desa Cisait, Kecamatan Ciruas yang lokasinya tak jauh dari kantornya.
“Kebetulan ada mesjid yang memiliki lahan wakaf, akhirnya saya coba sewa lahan itu selama 10 tahun. Saya coba bangun green house untuk budidaya anggur,” ujarnya.
Ia menuturkan, mulanya, ia hanya membangun satu green house saja. Namun saat sudah panen dengan hasil yang cukup melimpah dan respon pasar yang luar biasa, ia pun kemudian memutuskan untuk menambah dua green house lagi.
“Akhirnya saya coba bangun lagi dua green house lagi. Dua green house untuk anggur satu green house untuk melon. Untuk tanaman anggur ada sekitar 48 pohon anggur dengan jenis yang berbeda-beda,” ujarnya.
Ia mengatakan, kini ia sudah tiga kali panen anggur. Saat setiap masa panen tiba, ia pun tak perlu repot-repot memasarkannya ke pasar. Para pembeli berbondong-bondong datang ke greenhousenya untuk merasakan sensasi memetik anggur langsung dari pohonnya.
“Rata-rata ingin metik sendiri, banyak teman-teman juga yang ga kebagian anggurnya. Permintaannya tinggi,” ujarnya.
Di lahan seluas 8.600 meter persegi tersebut, ia memiliki cita-cita untuk menjadikan kebunnya bukan sekedar tempat memanen buah, melainkan lokasi agro wisata yang kelak bisa dikunjungi oleh banyak wisatawan.
“Selain anggur ada tanaman lain, saat ini saya sedang menanam cabai, dan ada melon juga di lahan itu. Ke depan cita-cita kami ingin agar ini jadi destinasi wisata,” pungkasnya.
Editor: Bayu Mulyana









