SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Subdit IV Tipidter, Ditreskrimsus Polda Banten, telah memeriksa pihak PT Merak Chemical Indonesia (MCI). Pemeriksaan untuk mengungkap ledakan di pabrik kimia itu pada Senin, 25 Mei 2026.
Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea mengatakan, pemeriksaan terhadapmpihak PT MCI dilakukan untuk melengkapi proses penyelidikan yang sedang berjalan.
Penyidik Subdit IB Tipidter, kata Maruli, juga memeriksa korban dan masyarakat sekitar pabrik.
“Kami masih melakukan pemeriksaan terhadap para korban, masyarakat dan pihak perusahaan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut,” katanya, Sabtu, 30 Mei 2026.
Maruli menjelaskan, Polda Banten dan Puslabfor Mabes Polri telah mendatangi lokasi ledakan di PT MCI untuk melakukan olah tempat kejadian perkara lanjutan. Sebelumnya, penyelidik telah melakukan hal serupa tak lama setelah ledakan terjadi.
“Polda Banten bersama Puslabfor Bareskrim Polri melakukan olah TKP serta pengambilan alat bukti untuk dilakukan uji laboratorium guna mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut,” kata alumnus Akpol 2002 ini.
Maruli menjelaskan, ledakan pabrik kimia di Kelurahan Gerem, Kecamatan Gerogol, Kota Cilegon, itu terjadi sekitar pukul 16.00 WIB di area PTA-1 PT MCCI.
Menurut keterangan pihak perusahaan yang disampaikan Arif Budiawan, saat aktivitas produksi berjalan normal tiba-tiba terdengar suara keras dari area produksi.
Tak lama kemudian, sistem Early Warning System perusahaan menyala secara otomatis.
“Perusahaan segera memerintahkan seluruh karyawan untuk melakukan evakuasi sebagai langkah antisipasi keselamatan kerja,” ujarnya.
Dari hasil dugaan sementara, insiden tersebut dipicu kebocoran pipa yang terjadi akibat tekanan suhu yang sangat tinggi.
“Kebocoran diduga menyebabkan peningkatan tekanan sehingga menimbulkan suara ledakan yang cukup besar dan memicu aktifnya sistem peringatan dini perusahaan,” jelasnya.
Pihak perusahaan langsung melakukan langkah penanganan awal dengan menghentikan sementara aktivitas di area terkait, serta melakukan pengecekan teknis terhadap instalasi pipa dan reaktor.
Akibat peristiwa tersebut, dua orang karyawan menjadi korban. Saat ini keduanya masih menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Krakatau Medika.
Sementara itu, polisi telah bergerak cepat melakukan penanganan di lokasi kejadian dan memasang garis polisi dan melakukan olah TKP.
Satuan Brimob Polda Banten juga melakukan proses sterilisasi untuk memastikan tidak ada unsur radioaktif yang terlepas ke lingkungan sekitar.
“Sekitar pukul 18.00 WIB, asap sudah tidak terlihat lagi. Kami mengimbau masyarakat agar tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi dan tetap waspada,” tutur Maruli.
Editor: Agus Priwandono











