CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Upaya mendorong hilirisasi industri di Kota Cilegon terus diperkuat melalui sinergi antara pemerintah, industri besar, dan pelaku usaha lokal.
Hal itu terlihat dalam kunjungan perwakilan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Cilegon bersama PT Krakatau Steel ke PT Alnoirda Putra Baja, perusahaan yang memproduksi drum baja untuk kebutuhan penyimpanan dan distribusi aspal.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung proses produksi sekaligus membahas peluang pengembangan industri manufaktur berbasis UMKM agar mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian daerah.
Dalam kesempatan itu, rombongan meninjau seluruh tahapan produksi drum baja, mulai dari pengolahan bahan baku, pembentukan komponen, proses perakitan hingga pengendalian mutu produk sebelum dipasarkan.
Perwakilan Disperindag mengapresiasi keberadaan PT Alnoirda Putra Baja yang dinilai berhasil berkembang sebagai industri manufaktur lokal yang menghasilkan produk penunjang sektor infrastruktur.
Menurutnya, industri lokal seperti PT Alnoirda Putra Baja memiliki peran strategis dalam menciptakan nilai tambah ekonomi daerah sekaligus mendukung peningkatan penggunaan produk dalam negeri.
Perwakilan PT Alnoirda Putra Baja, M Naufal Akbar, menyampaikan terima kasih atas perhatian dan dukungan yang diberikan Pemerintah Kota Cilegon serta PT Krakatau Steel terhadap perkembangan UMKM industri di daerah.
“Kami sangat mengapresiasi kunjungan dari Disperindag dan PT Krakatau Steel ke PT Alnoirda Putra Baja. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan nyata bagi pelaku UMKM untuk terus berkembang dan meningkatkan kualitas produk,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Radar Banten pada Rabu 3 Juni 2026.
Naufal yang juga menjabat sebagai Bendahara DPD KNPI Kota Cilegon berharap adanya sinergi program antara pemerintah daerah dan PT Krakatau Steel dapat menjamin ketersediaan bahan baku bagi UMKM industri di Kota Cilegon.
“Kami berharap sinergi program antara Pemerintah Kota Cilegon dan PT Krakatau Steel dapat menjamin keberadaan serta kesiapan pasokan bahan baku bagi UMKM di Kota Cilegon sehingga pelaku usaha dapat lebih fokus meningkatkan kapasitas produksi dan daya saingnya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, ketersediaan bahan baku secara berkelanjutan menjadi faktor penting dalam mendukung pertumbuhan industri hilir di Kota Cilegon.
Menurutnya, bahan baku yang dihasilkan industri besar di Cilegon seharusnya dapat diolah kembali oleh UMKM dan industri lokal menjadi produk jadi yang memiliki nilai tambah lebih tinggi.
“Target besar yang ingin kita capai adalah terwujudnya hilirisasi industri di Kota Cilegon. Bahan baku yang dihasilkan oleh industri besar di Cilegon diharapkan dapat diolah kembali oleh UMKM dan industri lokal menjadi produk jadi yang memiliki nilai tambah dan nilai jual lebih tinggi,” ungkapnya.
Dengan konsep tersebut, manfaat ekonomi dari keberadaan kawasan industri tidak hanya dirasakan perusahaan besar, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha dan lapangan pekerjaan bagi masyarakat lokal.
Editor: Abdul Rozak










