CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Cilegon mencatat sebanyak 29 orang telah menjalani rehabilitasi akibat penyalahgunaan narkoba dalam kurun waktu 2022 hingga pertengahan 2026. Data tersebut menjadi peringatan bahwa ancaman narkoba masih nyata dan memerlukan upaya pencegahan yang masif, terutama di kalangan pelajar.
Perwakilan BNN Kota Cilegon, Hendra mengatakan, berbagai program pencegahan terus dilakukan sebagai implementasi Peraturan Daerah tentang Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), sekaligus mendukung program prioritas nasional BNN RI. “Ini merupakan implementasi Perda P4GN dan juga bagian dari program prioritas nasional BNN RI,” ujarnya usai Seminar dan Deklarasi Anti Narkoba Program Ananda Bersinar di SMPN 1 Kota Cilegon, Rabu 10 Juni 2026.
Hendra menjelaskan, Program Ananda Bersinar merupakan aksi nasional yang berfokus pada edukasi kepada anak dan keluarga guna mencegah penyalahgunaan narkoba sejak usia dini. Melalui program tersebut, BNN bersama Pemkot Cilegon melakukan sosialisasi dan edukasi kepada pelajar di sejumlah sekolah. Selain itu, dilakukan pula deteksi dini melalui tes urine secara sampling terhadap siswa.
“Kami berusaha memberikan edukasi sedini mungkin kepada pelajar dan anak-anak di Indonesia, khususnya di Kota Cilegon. Tujuannya untuk mencegah penyalahgunaan narkoba sejak dini,” ujarnya. Ia menjelaskan, pada kegiatan di SMPN 1 Cilegon, tes urine dilakukan terhadap 10 siswa sebagai sampel. Sebelumnya, kegiatan serupa juga dilakukan di SDN 4 Cilegon dengan 10 siswa dan di SMP Al-Islah terhadap 20 siswa.
Menurut Hendra, langkah edukasi dan deteksi dini penting dilakukan mengingat masih adanya kasus penyalahgunaan narkoba yang tercatat di layanan rehabilitasi BNN Kota Cilegon.
Berdasarkan data yang dimiliki BNN, jumlah klien rehabilitasi pada 2022 tercatat sebanyak dua orang. Angka tersebut meningkat menjadi 16 orang pada 2023. Sementara pada 2024 tidak terdapat klien rehabilitasi, kemudian kembali tercatat enam orang pada 2025. “Untuk tahun 2026 masih berjalan dan saat ini sudah ada kurang lebih lima orang yang menjalani rehabilitasi,” ungkapnya.
Editor : Rostinah











