SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Banten, Ida Rosida Lutfi resmi meraih gelar Doktor Ilmu Pemerintahan dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri dengan predikat Cumlaude. Gelar tersebut diperoleh setelah Ida Rosida menjalani Sidang Terbuka atau Sidang Promosi Doktor Program Studi Ilmu Pemerintahan IPDN di Jakarta, Rabu, 17 Juni 2026.
Dalam sidang tersebut, Ida mempertahankan disertasi berjudul “Kepemimpinan Pemerintahan: Studi Kepemimpinan Gender dalam Penanganan Stunting di Kabupaten Serang Provinsi Banten”. Berkat hasil akademik yang memuaskan, Ida berhasil meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,80 dan dinyatakan lulus dengan predikat Cumlaude.
Predikat Cumlaude diberikan kepada mahasiswa yang berhasil menyelesaikan pendidikan dengan IPK tinggi, memiliki catatan akademik yang baik, serta menuntaskan studi sesuai waktu yang ditentukan. Dalam sidang promosi tersebut, Ida Rosida tercatat sebagai lulusan Doktor Ilmu Pemerintahan ke-386 yang dihasilkan IPDN.
Sidang terbuka tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh nasional dan daerah, di antaranya Ribka Tjiptaning, Achsanul Qosasi, Ratu Tatu Chasanah, Tb Haerul Jaman, Wakil Ketua DPRD Banten Yudi Budi Wibowo dan Barhum HS, serta sejumlah pimpinan fraksi DPRD Provinsi Banten. Hadir pula jajaran pengurus DPD, Fraksi, dan DPC PDI Perjuangan se-Banten, serta keluarga besar yang memberikan dukungan langsung kepada Ida Rosida.
Usai dinyatakan lulus, Ida mengaku bersyukur dapat menyelesaikan pendidikan hingga jenjang doktoral di tengah kesibukannya sebagai anggota legislatif. Menurutnya, usia bukan menjadi penghalang untuk terus menimba ilmu dan meningkatkan kapasitas diri.
“Bagi saya belajar itu tidak ada akhir, karena bagaimanapun ilmu itu tidak ada batasnya. Semakin kita terus belajar, semakin sadar bahwa pengetahuan kita itu masih minim,” ujar Ida, Kamis, 18 Juni 2026.
Ia menegaskan, gelar doktor bukan menjadi akhir dari proses belajar yang selama ini dijalaninya. Menurut Ida, dirinya akan tetap terus belajar, baik melalui pendidikan formal maupun nonformal, untuk meningkatkan kualitas diri dan memberikan kontribusi lebih besar kepada masyarakat.
“Meskipun sudah menyelesaikan S3 dengan gelar doktor, saya tidak akan pernah berhenti untuk belajar. Dengan terus belajar selain kita merasa muda terus juga dapat menjadikan hidup kita lebih baik,” ujarnya. Ida mengaku bersyukur karena mendapat kesempatan menyelesaikan studi doktoral di tengah aktivitasnya sebagai anggota DPRD Provinsi Banten.
Baginya, menyelesaikan pendidikan tertinggi di tengah tanggung jawab politik dan pelayanan masyarakat merupakan sebuah pencapaian yang patut disyukuri. “Ini menjadi sebuah nikmat yang luar biasa, karena hanya beberapa orang yang dapat melakukannya,” katanya.
Keberhasilan Ida Rosida meraih gelar doktor dengan predikat Cumlaude diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda maupun para pejabat publik untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan kapasitas diri melalui proses belajar yang berkelanjutan.
Editor : Rostinah











