SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Sebanyak 2.898 taruna diterjunkan ke pelosok desa-desa di Banten. Mereka akan membantu pembangunan di desa dengan berbagai kegiatan, mulai dari komunikasi sosial atau komsos, kerja bakti, hingga memperbaiki Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan kegiatan sosial lainnya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Latihan Integrasi Taruna Wreda (Latsitarda) Nusantara ke-45 yang digelar di Provinsi Banten.
Latsitarda ini mengusung tema “Banten Maju, Adil Merata, dan Tidak Korupsi”.
Tema ini selaras dengan program pembangunan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten yang jadi tuan rumah.
Ribuan taruna itu, terdiri dari, 809 Taruna Akademi Militer (Akmil), 431 Taruna Akademi Angkatan Laut (AAL), 289 Taruna Akademi Angkatan Udara (AAU), 451 Taruna Akademi Kepolisian (Akpol), 200 Praja IPDN, 95 Taruna Politeknik Siber dan Sandi Negara (PSSN), 200 Kadet Universitas Pertahanan (Unhan), dan 423 personel pendukung.
Sebelum terjun langsung ke lingkungan masyarakat, para taruna terlebih dahulu dibekali oleh Komandan Jenderal Akademi TNI, Letnan Jenderal TNI Raden Sidharta Wisnu Graha, dan Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) Polri, Komjen Chryshnanda Dwilaksana, dalam apel pembukaan Latsitarda Nusantara ke-45 di Alun-Alun Kota Serang, Rabu, 4 Juni 2025.
“Tujuan Latsitarda ini adalah kerja sama, intinya taruna ini mereka akan terjun langsung ke lingkungan masyarakat yang jadi dunia nyata mereka, untuk bagaimana mereka bisa memberikan manfaat bagi masyarakat juga negara,” kata Letnan Jenderal TNI Raden Sidharta Wisnu Graha.
Latsitarda ini akan berlangsung selama dua minggu, hingga tanggal 19 Juni 2025.
Latsitarda menjadi bagian akhir dari pelatihan yang telah mereka lalui di akademi masing-masing sebelum dilantik pada bulan Juli 2025.
Selama Latsitarda, para taruna akan terjun langsung ke lingkungan masyarakat di Kabupaten Lebak, Kabupaten Serang, Kabupaten Pandeglang, Kota Cilegon, dan Kota Serang.
“Mereka (taruna-red) sudah dididik untuk bisa bekerja sama dengan masyarakat, Pemda, dan stakeholder terkait. Pada intinya mereka harus bersatu dengan masyarakat,” ungkapnya.
Ia pun menyampaikan arahan kepada para taruna untuk melakukan Latsitarda dengan semangat kolaborasi dalam membangun desa-desa di Banten.
Pihaknya ingin para taruna ini nantinya bisa menjadi pemimpin masa depan yang memiliki integritas tinggi juga kepedulian kepada masyarakat.
“Jadikan Latsitarda ini sebagai ruang belajar satu sama lain, menghargai perbedaan dan utamanya integritas. Kita melalui pengabdian Latsitarda ini juga mampu mempererat sinergi antara TNI-Polri untuk Indonesia Maju,” tandasnya.
Editor: Agus Priwandono











