CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Cilegon menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan Pemkot Cilegon dalam membangun sumber daya manusia (SDM) yang unggul.
Komitmen tersebut disampaikan melalui rangkaian Hari Bermuhammadiyah yang dilaksanakan di Perguruan Tinggi Muhamadiyah, Sabtu. 27 Juni 2026 Ketua PDM Kota Cilegon, Muhtar Maher mengatakan, Hari Bermuhammadiyah bukan sekadar kegiatan seremonial.
Kegiatan itu menjadi bentuk komitmen Muhammadiyah dalam menjalankan dakwah dan tajdid sekaligus memperkuat kontribusi bagi pembangunan Kota Cilegon. “Kegiatan ini merupakan komitmen warga Muhammadiyah dalam menjalankan dakwah dan tajdid, sekaligus memperkokoh kontribusi Muhammadiyah dalam pembangunan Kota Cilegon,” ujarnya.
Menurut Muhtar, pembangunan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik maupun pertumbuhan ekonomi. Peningkatan kualitas manusia melalui pendidikan dan pembentukan karakter juga menjadi faktor penting.
Untuk itu, Muhammadiyah ingin memperkuat kolaborasi dengan Pemkot Cilegon dalam menciptakan SDM yang unggul, berkarakter, dan memiliki keterampilan yang mampu menjawab kebutuhan zaman.
“Kami ingin mengangkat pentingnya sinergi antara Muhammadiyah dan Pemerintah Kota Cilegon dalam pembangunan SDM,” katanya.
Ia mengapresiasi sejumlah program pendidikan yang telah dijalankan Pemerintah Kota Cilegon. Di antaranya pemberian insentif bagi guru honorer dan beasiswa bagi mahasiswa.
Namun demikian, Muhammadiyah berharap program beasiswa tersebut dapat diperluas hingga jenjang magister (S2). Langkah itu dinilai penting untuk meningkatkan kualitas SDM di Kota Cilegon. “Kami mengapresiasi kebijakan pemerintah yang memberikan perhatian kepada dunia pendidikan. Namun kami juga berharap program beasiswa dapat diperluas, tidak hanya untuk jenjang S1, tetapi juga hingga S2 agar kualitas SDM semakin meningkat,” ungkapnya.
Pada kesempatan itu, PDM Kota Cilegon juga menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ). Kerja sama tersebut berkaitan dengan penyelenggaraan pendidikan jenjang Magister (S2). Melalui kerja sama itu, para guru yang belum menempuh pendidikan S2 diharapkan memiliki kesempatan lebih luas untuk melanjutkan studi dan meningkatkan kompetensi akademiknya.
“Mudah-mudahan ke depan pemerintah daerah juga dapat mendukung melalui perluasan program beasiswa hingga jenjang S2,” pungkasnya.
Editor : Rostinah











