SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Demam sepak bola jelang perhelatan Piala Dunia 2026 mulai terasa di berbagai kalangan, termasuk di kalangan kepala daerah.
Wali Kota Serang Budi Rustandi secara terbuka mengungkapkan dukungannya kepada Timnas Argentina untuk kembali meraih gelar juara dunia pada ajang sepak bola paling bergengsi tersebut.
Budi Rustandi mengatakan pilihannya terhadap Argentina bukan tanpa alasan. Dukungan itu berawal dari kenangan masa kecil saat dirinya masih duduk di bangku sekolah dasar dan menyaksikan aksi legenda sepak bola dunia Diego Maradona bersama sang ibu.
“Saya jagokan Argentina. Jadi kenapa Argentina, ceritanya begini. Dulu waktu kecil saya, waktu SD, nonton sama Ibu saya. Mudah-mudahan Argentina bisa menang,” ujar Budi Rustandi saat ditemui usai menghadiri kegiatan di Gedung PKK Kota Serang, Selasa, 7 Juli 2026.
Menurut Budi, kenangan tersebut menjadi momen yang sulit dilupakan hingga membuat rasa cintanya terhadap Tim Tango terus bertahan sampai sekarang. Ia menilai Argentina memiliki tradisi sepak bola yang kuat serta selalu menjadi salah satu tim favorit di setiap penyelenggaraan Piala Dunia.
Selain memiliki sejarah panjang dalam sepak bola dunia, Argentina juga dinilai tetap memiliki peluang besar untuk kembali tampil kompetitif di Piala Dunia 2026. Regenerasi pemain yang terus berjalan membuat tim berjuluk Albiceleste itu diyakini mampu bersaing dengan negara-negara kuat lainnya.
Saat ditanya mengenai keyakinannya terhadap peluang Argentina, Budi menjawab dengan optimistis. Menurutnya, semangat juang dan mental juara yang dimiliki Argentina menjadi modal penting untuk kembali mengangkat trofi Piala Dunia.
“Yakin Argentina juara,” tegasnya.
Piala Dunia 2026 sendiri akan menjadi edisi pertama yang diikuti 48 negara peserta dan digelar bersama di Amerika Serikat, Kanada, serta Meksiko.
Turnamen tersebut diprediksi akan berlangsung semakin kompetitif dengan hadirnya banyak negara peserta baru. Namun, Argentina tetap menjadi salah satu kandidat kuat untuk meraih gelar juara menurut banyak pengamat maupun para pendukungnya.*
Editor : Krisna Widi Aria











