KOTA TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID-Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) mulai melakukan penataan kawasan Kampung Kota di Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu.
Program tersebut difokuskan pada pembangunan infrastruktur dasar yang akan menjangkau lima rukun warga (RW) dengan target rampung pada Desember 2026.
Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan mengatakan, kawasan seluas sekitar 23 hektare itu merupakan wilayah transisi yang masih membutuhkan penataan agar memiliki kualitas lingkungan dan permukiman yang lebih baik.
“Penataan ini dilakukan agar lingkungan menjadi lebih nyaman, tertata, dan layak huni. Harapannya masyarakat bisa merasakan manfaat dari infrastruktur yang dibangun,” ujarnya, Jumat 10 Juli 2026 usai meninjau langsung lokasi penataan bersama jajaran Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimta).
Pilar mengatakan, penataan kawasan meliputi pembangunan jalan lingkungan menggunakan paving block, drainase U-Ditch sepanjang sekitar empat kilometer, dinding penahan tanah (DPT), pagar pengaman di sejumlah titik, pembangunan gapura, serta pemasangan penerangan jalan umum (PJU) berbasis tenaga surya.
Pekerjaan tersebut akan menjangkau lima RW dan 12 RT di Kelurahan Keranggan. Sebelumnya, akses jalan utama menuju kawasan itu telah diaspal sehingga pembangunan kali ini difokuskan pada jalan-jalan lingkungan di dalam permukiman.
Menurut Pilar, paving block lama akan diganti dengan paving block baru bermotif tiga dimensi untuk meningkatkan kenyamanan sekaligus mempercantik kawasan.
Ia menyebut proses pembangunan telah dimulai dan material akan segera didatangkan sebelum pekerjaan fisik dilakukan secara bertahap.
“Kami ingin seluruh pekerjaan selesai sesuai jadwal dengan kualitas yang baik. Karena itu pengawasan harus dilakukan secara maksimal agar tidak ada keterlambatan maupun pekerjaan yang belum tuntas hingga akhir tahun,” katanya.
Selain membangun infrastruktur dasar, Pemkot Tangsel juga menyiapkan pengembangan Kampung Keranggan sebagai kawasan tematik sesuai potensi masyarakat.
Konsep yang dikembangkan antara lain berbasis UMKM, urban farming, bank sampah, maupun potensi lokal lainnya.
“Yang menjadi prioritas saat ini adalah menyelesaikan infrastruktur dasar terlebih dahulu. Setelah itu kawasan ini dapat terus dikembangkan sesuai kebutuhan dan potensi yang dimiliki masyarakat,” pungkasnya.
Editor: Bayu Mulyana











