PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pandeglang mulai menerapkan pola jemput bola untuk menangani Anak Tidak Sekolah (ATS). Langkah tersebut dilakukan menyusul masih tingginya jumlah anak lulus tidak melanjutkan (LTM) pendidikan yang mencapai sekitar 11 ribu orang.
Kepala Disdikpora Kabupaten Pandeglang, Sutoto, turun langsung mendatangi tiga kampung di Kelurahan Pagerbatu, Kecamatan Majasari, yakni Kampung Pasir Angin, Kampung Pakuhaji, dan Kampung Campraksanta.
Di tiga kampung tersebut, terdapat 103 ATS berusia di bawah 21 tahun yang menjadi sasaran program penanganan. Mereka diarahkan mengikuti pendidikan di Pondok Pesantren Salafi Assasul Hilman Tahfidzul yang berkolaborasi dengan PKBM Sinar Lentera.
“Ada anak-anak yang lulus tidak melanjutkan dari tiga kampung tersebut. Mereka kami arahkan mengikuti pendidikan di pondok pesantren yang dikolaborasikan dengan PKBM Sinar Lentera,” kata Sutoto, Senin, 20 Juli 2026.
Melalui kolaborasi tersebut, para santri tetap mengikuti pendidikan kesetaraan tanpa mengganggu jadwal mengaji. Sebanyak 68 peserta mengikuti Program Paket B dan 35 peserta mengikuti Program Paket C.
“Selama mengikuti pendidikan, mulai dari pendaftaran sampai lulus tidak dikenakan biaya. Pembiayaannya berasal dari dana BOSP dan PIP,” ujarnya.
Sutoto mengatakan, pendekatan berbasis pondok pesantren dinilai lebih efektif dibanding langsung mengajak ATS mengikuti pendidikan kesetaraan.
“Bukan disuruh sekolah paket dulu, tetapi masuk dulu ke pondok pesantren. Setelah kami berdiskusi dengan kiai, ternyata mereka merespons baik dengan syarat tidak mengganggu kegiatan mengaji,” katanya.
Menurutnya, model kolaborasi antara pondok pesantren dan PKBM akan terus diperluas karena dinilai mampu meningkatkan angka partisipasi pendidikan.
Ia memperkirakan, apabila setiap PKBM mampu menjaring sekitar 100 peserta baru, maka 50 PKBM di Pandeglang berpotensi menampung sekitar 5.000 ATS.
“Anak lulus tidak melanjutkan sekarang ini ada sekitar 11.000 orang. Karena itu kolaborasi ini akan terus kami dorong,” ujarnya.*
Editor : Krisna Widi Aria












