SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang berencana akan memberlakukan rekayasa lalulintas di jalan raya Serdang, Bojonegara, Merak (SBM). Upaya tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kemacetan di jalur tersebut akibat kendaraan tambang.
Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Serang, Zaldi Dhuhana, mengatakan rencananya penerapan rekayasa lalulintas di jalan raya SBM, akan dibahas persama dengan Pemkot Cilegon, Polres Cilegon dan Pemprov Banten.
“Nanti hari Kamis insyaallah Pak Sekda Provinsi akan manggil kami semua, Kabupaten Serang, Pemkot Cilegon, dengan Polres Cilegon untuk membahas rekayasa lalu lintas dalam upaya mengatasi kemacetan di Bojonegara,” katanya, Rabu 16 September 2026.
Ia mengatakan, sebelumnya Keputusan Gubernur (Kepgub) telah mengatur soal jam operasional kendaraan tambang yang melintas di jalan raya SBM yakni pada pukul 22.00 malam sampai jam 05.00 pagi.
“Kami mengajukan rekayasa pagi jam 06.00 sampai jam 09.00, kemudian sore jam 15.00 sampai jam 19.00 itu truk tambang boleh lewat, tapi di luar jam itu mereka akan dialihkan ke kantong parkir,” katanya.
Untuk kantong parkir, pihaknya telah berkoordinasi dengan PT SMI di Bojonegara untuk menggunakan lahan tersebut saat rekayasa lalulintas ditetapkan. Nantinya lahan tersebut mampu menampung hingga 1.000 truk.
“PT SMI sudah mau kerja sama untuk meminjamkan lahannya untuk kantong parkir selama kita rekayasa lalu lintas ini simulasi,” jelasnya.
Namun demikian, rencana tersebut masih harus menunggu persetujuan Gubernur Banten. Jika disetujui, akan dilakukan simulasi selama satu bulan dan dievaluasi secara berkala.
“Karena jamnya berubah, berarti Kepgub yang sudah dikeluarkan ini akan ada diskresi. Apakah Pak Gubernur mengizinkan untuk kita lakukan simulasi selama 1 bulan untuk kita evaluasi. Kalau ternyata bisa mengurangi kemacetan secara signifikan ya kami akan serahkan ke Provinsi apakah Kepgub tadi akan direvisi,” pungkasnya.
Ia mengakui saat ini masih banyak truk tambang, terutama truk kosong yang keluar dari pintu Tol Cilegon Timur menuju arah tambang, yang melintas di siang hari. Hal tersebut tentunya menjadi polemik ditengah masyarakat dan sering kali menyebabkan arus lalulintas terkendala.
Editor: Abdul Rozak












