JAKARTA – Setelah sukses membangun 53 desa wisata sepanjang 2015, Dinas Pariwisata Bali kembali mempersiapkan 11 desa wisata pada tahun ini.
“Agar pariwisata Bali tidak membosankan, kami harus terus memunculkan inovasi baru,” kata AA Gede Yuniartha Putra, Kepala Dinas Pariwisata Bali.
Menurut Agung, sapaan akrab AA Gede Yuniartha Putra, pariwisata Bali tidak boleh hanya terpusat di selatan dan tenggara, tapi harus merata. Karena, masih menurut Agung, banyak yang bisa dieksplorasi di Bali
“Survei menunjukkan, wisatawan mancanegara telah lebih dari satu kali ke Bali,” ujar Agung. “Agar turis masih terus ke Bali, dan tidak bosan, harus ada destinasi baru dengan karakter berbeda.”
Sejauh ini, baru dua desa wisata yang sudah siap dikunjungi. Keduanya adalah Desa Antiga dan Munti Agung. Lainnya masih dalam tahap penyelesaian.
“Target kami adalah harus ada 100 desa wisata pada tahun 2018,” kata Agung. “Saat itu, setiap desa wisata siap menyambut wisatawan.”
Pemprov Bali tidak ingin terjadi ketimpangan pembangunan pariwisata antar kabupaten. Terutama antar yang dikunjungi wisatawan dan yang tidak.
“Jika terjadi penyebaran, akan ada pemerataan rejeki, dan perekonomian warga terangkat,” kata Agung. (Kemenpar RI)








