PANDEGLANG – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Pandeglang Muhamad Amri memastikan, di instansinya tidak ada anggaran untuk kebencanaan. Oleh karena itu, kata dia, Dindikbud tidak bisa mengalokasikan anggaran perbaikan sekolah atau sarana lain yang diakibatkan oleh bencana alam.
“Anggaran yang ada di kita hanya untuk pembangunan dan rehab gedung saja. Makanya, terkait dengan ancaman longsor yang terjadi di SDN Girijaya 2, Kecamatan Saketi, untuk perbaikannya dikoordinasikan dengan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah-red) agar bisa ditangani,” kata Amri yang ditemui usai melakukan rapat koordinasi di operation room Setda Pandeglang, Senin (28/3/2016) seperti dilansir Harian Radar Banten.
Sementara itu, Bupati Irna Narulita berjanji, pihaknya akan melakukan inventarisasi sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan. Terutama sekolah yang diakibatkan oleh bencana alam. “Tadi juga kita sudah melakukan rapat koordinasi dengan semua SKPD (satuan kerja perangkat daerah-red). Untuk itu kita harapkan kepada semua SKPD, agar melaporkan semua rencana kerjanya sehingga dari situ kita bisa mengetahui apa saja yang harus diprioritaskan,” kata Irna.
Irna mengatakan, dalam waktu dekat akan melakukan kunjungan kerja (kunker) ke semua kecamatan, termasuk melakukan peninjauan ke sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan yang disebabkan oleh bencana alam. “Nanti secepat mungkin Ibu agendakan untuk melakukan kunjungan kerja, agar bisa tahu persis permasalahan yang ada di lapangan,” katanya.
Baca juga: Lagi, Sekolah Dasar di Pandeglang Terancam Longsor
Sebelumnya diberitakan, sebanyak 96 siswa SDN Girijaya 2, Kecamatan Saketi waswas. Soalnya, teras ruang kelas yang biasa mereka gunakan kondisinya rawan longsor. Seiring dengan telah hancurnya tembok penahan tanah (TPT) sepanjang sepuluh meter beberapa waktu lalu. (RB/mg-03/zis/ags)








