RANGKASBITUNG – Residivis pencurian sepeda motor (curanmor) bernama Herman (49) kembali berurusan dengan polisi. Untuk menangkapnya pada Senin (11/4), anggota Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Rangkasbitung harus menembak betis kirinya. Tindakan serupa juga dilakukan polisi terhadap rekan Herman, Saad (44).
Penangkapan Herman dan Saad setelah polisi menerima laporan kasus curanmor yang menimpa Fajar Maulana Yusuf. Sepeda motor korban, Honda Vario A 3930 RR, hilang dicuri ketika korban menyaksikan organ tunggal di Kampung Kandang Sapi, Desa Narimbang Mulya, Kecamatan Rangkasbitung, Lebak pada Minggu (10/4) sekira pukul 21.00 WIB.
Keesokan harinya, Senin (11/4), Fajar melaporkan kasus yang menimpanya. Enam jam kemudian, sekira pukul 14.00 WIB, anggota Polsek Rangkasbitung melumpuhkan Herman di rumahnya, di Kecamatan Warunggunung, Lebak. Residivis curanmor itu hendak kabur ketika akan ditangkap.
Dari ocehan Herman, polisi menangkap Saad di Terminal Kadu Banen, Kabupaten Pandeglang. Saad juga dilumpuhkan dengan timah panas di bagian betis kanan.
Dari pengakuan Herman dan Saad, kasus ini berkembang. Polisi pun menangkap seorang penadah sepeda motor curian bernama Nana di rumahnya, di Desa Cemplang, Kecamatan Warunggunung.
Barang bukti dari tangan ketiga tersangka, sepeda motor Honda Vario A 3930 RR, Yamaha Mio A 6133 BU, satu unit handphone, dan mesin gerinda untuk membuat kunci T.
Kapolsek Rangkasbitung Ajun Komisaris Polisi (AKP) Nono Hartono membenarkan pengungkapan kasus curanmor yang menimpa Fajar Maulana Yusuf. “Pelaku kita lumpuhkan dengan tembakan di betis, karena berupaya kabur ketika akan ditangkap,” tegasnya kepada wartawan di Mapolsek Rangkasbitung, Selasa (12/4).
Catatan polisi, sebut Nono, Herman sudah dua kali dipenjara di Rutan Rangkasbitung karena mencuri sepeda motor pada 2005 dan 2008. “Modusnya, merusak kunci sepeda motor dengan kunci T. Mereka spesialis pencuri kendaraan di tempat hiburan. Pengakuan Herman dan Saad, mereka sudah lima kali mencuri sepeda motor di wilayah Lebak. Kasusnya masih dikembangkan,” ungkapnya. (Mastur/Radar Banten)








