RANGKASBITUNG – Siswa SMKN 1 Cipanas, Kabupaten Lebak, mengadukan kepala sekolah dan gurunya ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lebak. Mereka menilai kepala sekolah dan gurunya tidak profesional menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai pendidik.
Enam perwakilan siswa mengadukannya ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Lebak, di Kecamatan Rangkasbitung, Selasa (12/4) pagi kemarin. Mereka berangkat dari sekolahnya di Kampung Hamberang, Desa Luhurjaya, Kecamatan Cipanas.
Kepada staf Dindikbud, keenam siswa itu mengutarakan keinginannya untuk bertemu langsung dengan Kepala Dindikbud Wawan Kusnadi. Setelah menunggu sejenak, perwakilan siswa SMKN 1 Cipanas itu masuk ke ruang kepala dinas di lantai dua kantor Dindikbud Kabupaten Lebak. Wawan Kusnadi dan Kepala Bidang Pendidikan Menengah (Dikmen) menerima keenam siswa itu.
Wakil Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMKN 1 Cipanas Cindy Hartati mengungkapkan soal keluhan para siswa terkait kinerja kepala sekolah Jahar Hermawan dan beberapa guru mereka.
Guru mata pelajaran kewirausahaan berinisial IA disebutkan tidak pernah menjalankan tugas selama satu semester. Oknum guru itu memang masuk ke kelas, tapi tidak pernah mengajar kewirausahaan. Di dalam ruang kelas, IA mengobrol dengan siswa tentang persoalan yang tidak ada kaitannya dengan mata pelajaran tersebut.
Tidak hanya IA, Cindy juga menganggap, guru bahasa Inggris berinisial Ha juga tidak disiplin. “Ada juga guru yang ringan tangan sehingga dikeluhkan para siswa di Cipanas,” ungkapnya kepada Wawan Kusnadi.
Menurut Cindy, kinerja beberapa oknum guru itu telah diadukan oleh para siswa kepada Kepala SMKN 1 Cipanas Jahar Hermawan. Pihak sekolah menjanjikan akan menggelar forum terbuka dengan para siswa dan guru, tetapi tidak pernah direalisasikan. Para siswa hanya diberi pengarahan agar tidak menyampaikan aspirasi macam-macam kepada pihak sekolah. Pihak sekolah justru memberikan tekanan dan intimidasi kepada siswa yang kritis.
“Aspirasi kami enggak didengar. Untuk itu, kami memberanikan diri mendatangi Kepala Dindikbud supaya ada perubahan di sekolah. Jumlah siswa ada 400 orang dan ingin ada perubahan. Guru disiplin mengajar, tidak ringan tangan, dan profesional,” tukas Cindy.
Ketua OSIS SMKN 1 Cipanas Ray Randy Alfayed menambahkan, peraturan soal waktu masuk sekolah pukul 07.00 WIB juga tidak pernah dijalankan. Banyak guru yang terlambat datang sehingga jam belajar molor hingga setengah jam. Hal ini sudah berlangsung lama dan siswa dirugikan.
“Saya berharap tidak ada lagi intimidasi terhadap para siswa. Kepala sekolah dan guru mau berubah dan melakukan evaluasi. Harapannya, kualitas pendidikan di SMKN 1 Cipanas meningkat,” ujarnya.
Wawan Kuswandi menyatakan, akan menindaklanjuti pengaduan siswa SMKN 1 Cipanas itu secara kedinasan. Dindikbud berencana memanggil dan meminta klarifikasi dari kepala sekolah dan guru SMKN 1 Cipanas.
Jika pengaduan siswa itu benar, lanjut Wawan Kusnadi, Dindikbud akan melakukan evaluasi dan meminta Jahar Hermawan melakukan perbaikan. “Anak-anak yang menyampaikan informasi ke sini, kami jamin tidak akan diintimidasi oleh guru atau kepala sekolah,” tegas Wawan Kusnadi.
Dihubungi terpisah, Jahar Hermawan mengaku belum mengetahui ada siswanya yang mengadu kepada Dindikbud. “Saya belum tahu soal itu karena sekarang sedang ada kegiatan dengan siswa kelas XII,” elaknya ketika disinggung soal pengaduan siswa SMKN 1 Cipanas. (Mastur/Radar Banten)










