SUKARESMI – Sabtu (16/7) sekira pukul 08.30 WIB, warga Kampung Rancajaya, Desa Karaysari, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang, digegerkan oleh penemuan mayat di Sungai Koronjo. Korban belakangan diketahui bernama Sela Marsela (16). Korban yang baru tahun ini lulus dari SMP Negeri 1 Angsana itu diduga kuat dibunuh oleh dua lelaki temannya.
Saat ditemukan, jasad Sela mengambang dengan posisi di aliran Sungai Koronjo di Kampung Rancajaya. Jasad putri Karsadi, warga Kampung Taraju Masjid, Desa/Kecamatan Angsana, Pandeglang, itu telah membusuk. Oleh anggota Polsek Patia dan tim identifikasi Polres Pandeglang, jasad Sela dievakuasi ke Rumah Sakit Sari Asih, Kota Serang, guna keperluan autopsi.
Korban diperkirakan telah tewas selama tiga hari. Dari keterangan Rafi, keponakannya itu menghilang sejak Rabu (13/7) pagi. Berawal ketika korban pamit keluar rumah bersama seorang teman perempuannya.
Beberapa jam kemudian, mantan siswa SMP Negeri 1 Angsana yang juga baru lulus datang ke rumah orangtua Sela. Remaja berinisial AD (16) itu menunjukkan pesan singkat yang diterimanya dari nomor telepon seluler milik Sela. Isinya, Sela meminta AD agar mengambil sepeda motor milik korban di sekitar jembatan gantung di Sungai Koronjo di Kampung Rancajaya.
“SMS itu memang dari handphone Sela ke handphone AD. Sore itu (Rabu, 13/7), saya langsung ambil motor sekaligus menjemput Sela. Tapi, cuma motornya yang ada. Sela tidak ada di sekitar jembatan,” kata Rafi.
Hal itu mengundang kecurigaan keluarga korban. Orang tua Sela kemudian melapor kehilangan anak kepada penyidik Polsek Angsana.
Hingga hari ketiga kepergian Sela, keluarga korban belum mendapatkan kabar baik. Karenanya, mereka berinisiatif mencari korban. Mereka mengawalinya dari tempat sepeda motor Sela ditinggalkan, di sekitar jembatan gantung di Sungai Koronjo. Keluarga korban sampai menyisir Sungai Koronjo.
“Saya kaget ada mayat mengambang di sungai. Saat ditemukan sekitar jam 07.30 WIB. (Sela-red) masih mengenakan celana jeans dan kaus (lengan-red) pendek. Saya tidak berani bertindak. Saya minta pertolongan warga dan melaporkan temuan ini ke Polsek Patia,” jelas Rafi.
Kapolsek Patia Ajun Komisaris Polisi (AKP) Dwi Harry Bagio menyatakan, hasil pemeriksaan luar, pihaknya tidak ditemukan ada luka di jasad Sela. Kasus ini ditangani Polres Pandeglang,” katanya.
Sementara itu, Kepala Unit Reskrim Polsek Patia Inspektur Polisi Satu (Iptu) Asep Iim menjelaskan bahwa penyelidikan oleh Polsek Patia, Polsek Angsana, dan Polres Pandeglang mulai menemukan titik terang. Sela diyakini tewas dibunuh. Pelakunya, diduga dua teman korban yang masih berstatus pelajar, berinisial AD dan Yud (19).
“Sebelumnya, AD dipanggil oleh Polsek Angsana sebagai saksi pemberi informasi awal (soal Sela yang awalnya dilaporkan hilang-red). Informasi sementara, korban dicemplungkan ke sungai akibat sakit hati karena cinta segitiga antara korban, AD, dan Yud,” jelas Asep.
AD dan Yud semula diamankan di Mapolsek Angsana. Namun karena banyak masyarakat datang, polisi memindahkan dua terduga pembunuh Sela itu ke Mapolres Pandeglang.
Hal ini diakui oleh Kasatreskrim Polres Pandeglang AKP Salahudin. “Untuk memastikan apakah korban mengalami penganiayaan, kami masih menunggu hasil autopsi. Saat jasad korban diperiksa, tidak ditemukan ada luka karena sudah membusuk,” tuturnya. (Herman/Radar Banten)










