SERANG – Organda Provinsi Banten akan mengadakan rapat evaluasi dengan Pemerintah Provinsi Banten terkait masih tingginya harga angkutan bus.
Sektaris Umum Organda Provinsi Banten, Inu Aminudin menjelaskan, bahwa tarif angkutan Bus yang masih tinggi dan belum ada penurunan. Membuat pihaknya akan melakukan rapat evaluasi bersama dengan Pemerintah Provinsi Banten.
“Karena kita tidak dapat menentukan harga yang sesuai dan semua kebijakan adanya di Pemerintah. Organda mah hanya sebagai pengawasan saja,” ujarnya melalui sambungan telepon, Kamis (21/7/2016).
Seperti diketahui, sambungnya, dalam arus balik sendiri sudah selesai dalam seminggu yang lalu dan laju kendaraan telah kembali normal.
“Jalan-jalan dipastikan tidak ada kemacetan lagi, dan kalau penentuaan harga sendiri telah ditentukan aturan harganya pada saat H + 5 lebaran. Tapi ini mah para sopir bus mulai berulah lagi dengan menaikan harga angkutan,” katanya.
Sementara itu, salah satu penumpang bus, Rahman merasa keberatan dengan adanya kenaikan harga tersebut karena terlalu tinggi. “Masa saya tangerang saja 30 ribu mas. Biasanya saja 10 ribu dan paling tinggi saja 20 ribu,” ujarnya.
Penpumang lainnya, Rindiani pun merasakan hal sama seperti Rahman karena biasa naik bus ke pandeglang 20 ribu, kini menjadi 60 ribu. “Kok setelah Ramadan harga angkutan menjadi semakin melambung sih,” pungkasnya. (Ade)









