SERANG – Tiga partai politik (parpol) yang belum menentukan sikap di Pilgub Banten bersaing untuk memperebutkan kursi wakil untuk mendampingi petahana Rano Karno yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Ketiganya adalah Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Nasional Demokrat (NasDem).
Meski belum ada kesepatan koalisi di awal, Partai Gerindra sudah merekomendasikan mantan Bupati Serang Ahmad Taufik Nuriman (ATN) sebagai pendamping Rano. Surat tersebut ditandatangani Ketua Umum sekaligus Ketua Dewan Pembina Gerindra Prabowo Subianto.
Sementara, Ketua DPW NasDem Wawan Iriawan diam-diam melakukan pertemuan empat mata dengan Rano di rumah dinas Gubernur Banten. Bahkan, Wawan yang ngotot berdampingan dengan Rano sudah melakukan dua kali. Ditambah hubungan Ketua Umum NasDem Surya Paloh dan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri cukup dekat.
Begitu pun PPP yang tidak kalah cekatan. Belum lama ini Ketua Umum PPP M Romahurmuziy melakukan pertemuan dengan Rano secara langsung di Jakarta. Meski sempat batal, hari ini PDI Perjuangan-PPP akan melakukan deklarasi koalisi partai sekalipun tanpa diikuti deklarasi pasangan calon. Salah satu poin kesepakatannya adalah membentuk tim bersama untuk menentukan bakal calon wakil yang akan mendampingi Rano.
Ketua Bappilu DPP PPP Muhamad Mardiono mengatakan, koalisi yang akan dibangun dengan dengan PDI Perjuangan sebagai koalisi permanen menghadapi Pilgub Banten. “Ini permanen, tidak ada alasan saling keluar sampai Pilgub Banten selesai,” katanya kepada Radar Banten, Kamis (1/9). Kata dia, deklarasi akan dihadiri langsung Sekjen DPP PDIP Hasto Kristanto dan Sekjen DPP PPP Arsul Sani.
Menurutnya, tidak adanya pasangan calon dalam deklarasi tersebut karena baru disepakati pembentukan tim bersama untuk menentukan bakal calon wakil gubernur yang akan mendampingi Rano. Namun, PPP tidak menampik bahwa memberikan syarat wakil kepada PDIP. “Namanya koalisi pasti kan begitu. Kita ada sejumlah nama yang disodorkan ke PDIP. Nanti kan itu digodok oleh tim. Kalau memang cocok, kan pasti bisa dipasangkan,” ujar mantan Ketua DPW PPP Banten ini.
Mardiono mengatakan, sudah menyodorkan sejumlah nama yang mendaftar di penjaringan. Diketahui, beberapa nama yang ikut penjaringan PPP, antara lain Andika Hazrumy, Tubagus Haerul Jaman, Ahmad Taufik Nuriman, Mardiono, Eden Gunawan, dan Mulyadi Jayabaya. Namun, Jayabaya akhirnya mundur dari pencalonan.
Mardiono awalnya enggan menjadi wakil karena mendaftar di penjaringan PPP sebagai kandidat gubernur. Namun, ia mengklaim sudah diminta PDIP untuk menjadi salah satu nama yang bakal digodok. Bahkan, dengan malu-malu Mardiono menjawab mungkin saja menjadi wakil. “Namanya politik. Saya kan tidak bisa mendahului takdir. Kalau memang cocok, kan bisa saja. Di politik kan serbamungkin,” katanya diplomatis saat ditanya kesiapan dirinya menjadi wakil.
Sementara, sinyal kuat DPP Partai NasDem untuk menyandingkan Rano Karno dengan Wawan Iriawan semakin menguat. Sekjen DPW NasDem Banten Aries Halawani mengatakan, intensitas komunikasi Surya Paloh dengan Megawati semakin intens. Termasuk, membicarakan soal Pilgub Banten. “Kita lihat saja keputusan DPP, mungkin main di akhir. Tapi kemungkinan tetap memajukan Pak Wawan, karena di DPP pun menguat,” katanya.
Ketua DPW Partai NasDem Banten Wawan Iriawan mengaku siap mendampingi Rano. Menurutnya, NasDem memiliki mesin partai yang solid. “Kalau kesepahaman partai sudah terbangun. Lima kursi akan kita berikan ke Rano sebagai pengusung dan demi pembangunan yang berkelanjutan,” paparnya. (Ken-Aditya R/Radar Banten)









