slot bcaslot bonus new memberslot ovoslot server thailandslot pulsa tanpa potongankaka hokiempire88tuanpencetempire88raja botaknaga empirenaga empire
radarbanten.co.id
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
radarbanten.co.id
No Result
View All Result
Home Berita Utama Umum

Love Story: Tidak Ada Uang, Anak pun Dijual

Redaksi by Redaksi
17-09-2016 11:36:47
in Umum
Love Story

Ilustrasi Love Story (Dok: RB)

Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

MENJALANI sebuah rumah tangga harmonis itu tidaklah semudah yang dipikirkan, tidak mudah seperti membalikkan telapak tangan. Banyak rintangan dan ujian yang harus dihadapi. Jika tidak ada kesabaran, komitmen, dan pondasi yang kuat pada awal menikah untuk menyelesaikan ujian dalam kehidupan bersama-sama, akan hancur segala-galanya.

Itu dialami Fatimah (45), bukan nama sebenarnya. Dalam kehidupan sehari-sehari bersama keluarga di hiruk-pikuk kota, Fatimah yang memasuki usia senja harus menghadapi masalah berat. Suami Fatimah, Emul, bukan nama sebenarnya, meninggal dunia terkena penyakit jantung. Semasa hidupnya, Emul merupakan perokok berat. Fatimah harus ikhlas pasangan tersayangnya pergi untuk selama-lamanya. Kepergian Emul yang berusia 53 tahun itu, membuat Fatimah harus mengurus sembilan anak yang masih kecil-kecil, ditambah saat ini Fatimah tengah hamil delapan bulan.

Baca Juga :

Love Story: Anak Jadi Alasan Suami Berpoligami

Love Story: Ditinggal Istri, Rindu Terobati dengan Benda Satu Ini!

Love Story: Cukup Mengelus Dada, Salah Sendiri Jadi Buaya

Love Story: Terlalu Pilih-pilih, Berharap Dapat yang Lebih

Semasa hidup, Emul sudah berusaha memenuhi kewajibannya sebagai seorang bapak dengan menyekolahkan anak-anaknya dari hasil menarik bajaj. Tapi, anak-anaknya selalu ingin bermain sehingga akhirnya berhenti sekolah.

Setelah kematian suaminya, Fatimah gelisah dan bingung. Siapa yang akan diandalkan untuk membiayai  keperluan sehari-hari mereka?. Sedangkan Ia harus mengurusi sembilan anak di rumah tingkat dua yang terbuat dari kayu.

Dari sembilan anak, hanya dua yang sudah menikah, yaitu anak kedua dan ketiga. Anak pertama, kegiatannya nongkrong dengan kerabatnya hingga malam bahkan sampai pagi. Anak perempuan kedua dan ketiga sudah menikah, tapi kelakuannya seperti anak-anak muda dan tidak ada bedanya dengan anak pertama. Suatu hari anak perempuan yang ketiga tertangkap tangan oleh polisi yang menyamar sebagai preman karena memakai sabu-sabu. Alhasil harus menerima hukuman penjara selama lima tahun.

Fatimah dibuat kelimpungan. Tak jarang wanita tua itu berlaku kasar terhadap anak-anaknya. Padahal, peran ibu dalam rumah tangga sangat penting dalam memberikan contoh bagi anak-anaknya. Jika kelakuan seorang ibu kasar, maka dipastikan sang anak akan melakukan hal serupa.

“Bu Fatimah selalu bertengkar dengan anak-anaknya. Ia juga merokok di depan mereka. Bagaimana mungkin sang anak akan berlaku baik, sedangkan orangtua yang seharusnya jadi panutan, malah seperti itu. Sehingga setiap hari para tetangga merasa terganggu mendengarkan ucapan Bu Fatimah yang tidak sopan itu,” tutur Fauzi, bukan nama sebenarnya, kerabat Fatimah.

Sebulan kemudian, pada tengah malam, Fatimah mulas-mulas dan siap melahirkan bayi. Setelah melahirkan, Fatimah justru mempunyai inisiatif untuk menjual anak yang baru dilahirkannya kepada yang membutuhkan, lalu uangnya akan digunakan untuk keperluan keluarganya dan membayar biaya lahiran. Sembilan anak Fatimah tidak tahu harus bagaimana. Di satu sisi mereka tidak setuju, tapi di sisi lain, kondisi ekonomi keluarga yang memprihatinkan setelah kepergian sang bapak tidak bisa dielakkan lagi. Biaya hidup terus menumpuk, sementara pemasukan untuk belanja setiap hari tidak ada.

Kelakukan Fatimah itu membuat para tetangga merasa heran. Karena Fatimah melahirkan bayi tapi tidak ada wujudnya. Lagipula tidak ada kabar apakah sang bayi selamat atau tidak.

Setelah muncul banyak pertanyaan dari para tetangga kepada keluarga Fatimah, mereka hanya menjawab bayi itu tidak selamat. Padahal kenyataannya, sang bayi dijual kepada orang lain untuk menutupi keperluan sehari-hari. (Zaenal-Zetizen/Radar Banten)

Tags: Love Story September 2016
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Usai Penertiban, Pengelola PIR Buka Registrasi untuk Pedagang

Next Post

Apa Kaitan Go Digital dengan Core Economy Indonesia

Related Posts

Love Story
Umum

Love Story: Anak Jadi Alasan Suami Berpoligami

by Redaksi
Jumat, 30 September 2016 11:30

SUNGGUH mulia sekali hati Lili (35), nama samaran, yang merelakan suaminya, sebut saja Deri (39), menikah lagi. Alasannya, Lili tak...

Read moreDetails

Love Story: Ditinggal Istri, Rindu Terobati dengan Benda Satu Ini!

Love Story: Cukup Mengelus Dada, Salah Sendiri Jadi Buaya

Love Story: Terlalu Pilih-pilih, Berharap Dapat yang Lebih

Love Story: Suami Pelit, Ya Sudah Pisah Ranjang Saja

Love Story: Cinta Dipolitisasi Duda Berkedok Santri

Love Story: Takut Karma, Status Istri Simpanan Buang Saja

Love Story: Dikucilkan Mertua, Suami Bohong Pula

Love Story: Suka Main Kasar, Minah Jadi Gusar

Love Story: Sudah Telanjur, Mau Bagaimana Lagi?

Next Post
Menpar Arief Yahya Usulkan Core Business Pariwisata

Apa Kaitan Go Digital dengan Core Economy Indonesia

Malam Ini, Opening PON XIX 2016

Malam Ini, Opening PON XIX 2016

Bank Banten

Oktober, PNS Wajib Buka Rekening Bank Banten

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Kejurprov FORKI Banten 2026 Resmi Digelar, Ratusan Atlet Berebut Tiket ke Level Nasional

Kejurprov FORKI Banten 2026 Resmi Digelar, Ratusan Atlet Berebut Tiket ke Level Nasional

Sabtu, 2 Mei 2026 21:41
Rapimwil PPP Banten Konsolidasi Kekuatan, Neng Siti Julaiha Tekankan Rebut Kepercayaan Publik

Rapimwil PPP Banten Konsolidasi Kekuatan, Neng Siti Julaiha Tekankan Rebut Kepercayaan Publik

Sabtu, 2 Mei 2026 21:10
Presiden Prabowo Tegaskan Hilirisasi Kunci Kebangkitan dan Kemakmuran Bangsa

Presiden Prabowo Tegaskan Hilirisasi Kunci Kebangkitan dan Kemakmuran Bangsa

Sabtu, 2 Mei 2026 20:55
Wakil Bupati Pandeglang Pilih Perbaiki Sarana Pendidikan Ketimbang Rumah Dinas

Wakil Bupati Pandeglang Pilih Perbaiki Sarana Pendidikan Ketimbang Rumah Dinas

Sabtu, 2 Mei 2026 20:22
Optimalisasi Penerimaan PBB, Camat Majasari Serahkan SPPT Kepada Forum RW

Optimalisasi Penerimaan PBB, Camat Majasari Serahkan SPPT Kepada Forum RW

Sabtu, 2 Mei 2026 19:39
Alumni UIN Banten Pilih Ketua Baru, Munas ke-3 Digelar 16 Mei 2026 di Kota Serang

Alumni UIN Banten Pilih Ketua Baru, Munas ke-3 Digelar 16 Mei 2026 di Kota Serang

Sabtu, 2 Mei 2026 18:48
Kejurprov FORKI Banten 2026 Resmi Digelar, Ratusan Atlet Berebut Tiket ke Level Nasional

Kejurprov FORKI Banten 2026 Resmi Digelar, Ratusan Atlet Berebut Tiket ke Level Nasional

Sabtu, 2 Mei 2026 21:41
Rapimwil PPP Banten Konsolidasi Kekuatan, Neng Siti Julaiha Tekankan Rebut Kepercayaan Publik

Rapimwil PPP Banten Konsolidasi Kekuatan, Neng Siti Julaiha Tekankan Rebut Kepercayaan Publik

Sabtu, 2 Mei 2026 21:10
Presiden Prabowo Tegaskan Hilirisasi Kunci Kebangkitan dan Kemakmuran Bangsa

Presiden Prabowo Tegaskan Hilirisasi Kunci Kebangkitan dan Kemakmuran Bangsa

Sabtu, 2 Mei 2026 20:55
Wakil Bupati Pandeglang Pilih Perbaiki Sarana Pendidikan Ketimbang Rumah Dinas

Wakil Bupati Pandeglang Pilih Perbaiki Sarana Pendidikan Ketimbang Rumah Dinas

Sabtu, 2 Mei 2026 20:22
Optimalisasi Penerimaan PBB, Camat Majasari Serahkan SPPT Kepada Forum RW

Optimalisasi Penerimaan PBB, Camat Majasari Serahkan SPPT Kepada Forum RW

Sabtu, 2 Mei 2026 19:39
Alumni UIN Banten Pilih Ketua Baru, Munas ke-3 Digelar 16 Mei 2026 di Kota Serang

Alumni UIN Banten Pilih Ketua Baru, Munas ke-3 Digelar 16 Mei 2026 di Kota Serang

Sabtu, 2 Mei 2026 18:48

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Kejurprov FORKI Banten 2026 Resmi Digelar, Ratusan Atlet Berebut Tiket ke Level Nasional

Kejurprov FORKI Banten 2026 Resmi Digelar, Ratusan Atlet Berebut Tiket ke Level Nasional

by Nahrul Muhilmi
Sabtu, 2 Mei 2026 21:41

SERANG,RADARBANTEN.CO.ID–Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia Banten resmi menggelar Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) 2026 di Convention Hall & Business Center UIN Sultan Maulana...

Rapimwil PPP Banten Konsolidasi Kekuatan, Neng Siti Julaiha Tekankan Rebut Kepercayaan Publik

Rapimwil PPP Banten Konsolidasi Kekuatan, Neng Siti Julaiha Tekankan Rebut Kepercayaan Publik

by Nurandi
Sabtu, 2 Mei 2026 21:10

LEBAK,RADARBANTEN.CO.ID–Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) I Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Provinsi Banten sukses digelar di Tangerang, Sabtu 2 Mei 2026. Kegiatan...

Copyright@2021


istanbul escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
esenyurt escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
marmaris escort
izmit escort
bodrum escort
antalya escort
antalya escort bayan

Radar Banten, All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2021 radarbanten.co.id.

empire88empire88raja botak