BAGI para pengguna setia media sosial (medsos), terlebih yang suka memanfaatkan dunia maya untuk mencari pasangan, sebaiknya lebih waspada. Banyak kasus yang berawal dari perkenalan singkat dan menjalin hubungan di medsos hingga berujung pembunuhan.
Nasib Suci (32), nama samaran, lain lagi. Ia menjadi korban kelinci percobaan setelah terhipnotis ajian pamungkas buaya jadi-jadian. Maksudnya, Suci termakan rayuan duda pengangguran, sebut saja Iwan (32).
Hati Suci dipolitisasi Iwan hingga serasa ditusuk bertubi-tubi sampai akhirnya jatuh mati. Bukan mati benaran loh, melainkan trauma dibuatnya dan sulit untuk Suci membuka hati kembali.
Perkenalan Suci dan Iwan, yang sama-sama orang Serang, terbilang singkat, tak sampai sebulan. Setelah berkenalan di medsos Maret lalu, selang berapa hari kemudian, komunikasi pun berlanjut lewat telepon hingga BBM-an setelah keduanya sudi berbagi nomor ponsel. Suci yang sudah dua tahun menjanda, tak sanggup lagi menahan hasratnya merasakan belaian dan kehangatan dari seorang adam.
Dari saling bertelepon berlanjut dengan pertemuan. Kesan pertama begitu menggoda. Suci mengetahui bahwa Iwan orangnya pintar mengaji. “Dia suka ngirim pesan suara mengaji. Suaranya bagus, dalilnya juga enak didengar. Jadi aku ngerasa dia orangnya baik dan soleh,” aku Suci. Harusnya diperiksa dulu pesan suaranya Mbak, siapa tahu itu rekaman Ustad Jeffry. Hehehe.
Upaya berkedok santri dan mulut manis ala Iwan pun terbukti ampuh memikat hati Suci. Semua yang diceritakan Iwan selalu mendapat simpati Suci yang buta akibat rayuan gombal sang biawak. Pengakuan Iwan soal perceraian dengan mantan-mantan istrinya akibat diselingkuhi pun, begitu dipercaya Suci yang iba akan penderitaan Iwan. Sampai akhirnya, Suci mau dipersunting secara siri sebulan kemudian, tepatnya April kemarin.
Padahal, Iwan sudah beberapa kali menduda, pengangguran pula. Profesi yang dijalani Iwan saat itu hanya sebagai kader di salah satu partai. Kadang jadi calo tanah yang tak jelas pendapatannya.
“Saya juga tahu Mas Iwan pengangguran, tapi entah waktu itu saya mau aja, kayak kena ajian gitu,” katanya. Kena pelet maksudnya Mbak. Kena pelet Jepangnya kali.
Namun, Iwan mampu menutupi kekurangan dengan berpenampilan perlente, royal, lengkap dengan tunggangan roda empatnya di hadapan Suci. “Mas Iwan orangnya royal, kalau punya duit suka ngajak makan di restoran mahal,” ujar Suci yang saat itu melihat sisi positif Iwan.
Tuh kan benar, pelet Jepang. Sisi positif apa matre nih. Beberapa bulan menjalin hubungan suami istri, keduanya pun mulai merasakan kebahagiaan. Terlebih Iwan yang terbilang hiper dalam urusan ranjang, terpuaskan dengan belaian Suci yang selalu sigap menahan sergapan si ayam jantan ketika berhubungan badan. Sekali main, bisa berulang kali beradegan di ranjang tanpa istirahat. “Berapa ronde juga aku jabanin Mas. Aku selalu berusaha bikin puas,” terangnya.
Namun, kebahagiaan Suci akhirnya sirna setelah mengetahui bahwa Iwan doyan selingkuh. Seiring berjalannya waktu, Suci menyadari kelakuan buruk Iwan setelah melihat banyak kejanggalan.
Suci yang tipikal romantis dan selalu berpikir positif, begitu peka dengan perubahan sikap Iwan waktu itu. Tak biasanya, sikap Iwan menjadi begitu romantis, ponsel tak pernah lepas dari genggamannya, dan terus selalu mencari pembenaran sendiri. “Pokoknya kelihatan kalau orang itu selingkuh Mas, feeling aku kuat,” cetusnya.
Ujungnya, Suci tak sengaja melihat isi ponsel Iwan ketika suaminya itu tengah terlelap. Astaga, ternyata banyak pesan mesra dari perempuan di ponsel Iwan. Dari si Uneh lah, si Ayu lah, pokoknya banyak deh, ditambah dengan pesan yang agak genit dan mengarah ke pembahasan mesum.
Suci yang penasaran, mulai mencari tahu keberadaan mantan-mantan istri Iwan untuk mengetahui kebenaran soal kasus perceraian Iwan. Apakah sesuai yang diceritakan. Sudah kayak detektif di film-film saja Mbak.
Perjuangan Suci membuahkan hasil. Dari dua mantan istri Iwan yang ditemui Suci, malah mereka mengaku kebalikannya. Justru, merekalah yang menjadi korban karena sering diselingkuhi Iwan.
Bahkan, salah satu dari sekian banyak mantan istri Iwan ternyata istri orang yang Iwan tikung terus dinikahi siri oleh Iwan. Wah wah wah, sadis nih Iwan.
“Intinya menyakitkan Mas, ia ketahuan selingkuh lagi sama janda anggota dewan,” ungkap Suci yang saat itu nyaris putus asa.
Selama empat bulan berumah tangga, kehidupan Suci dipenuhi dengan kebohongan Iwan. Ia baru sadar kalau Iwan ternyata pria brengsek karena terus-terusan berselingkuh dengan perempuan lain. Sejak itu, Suci dan Iwan selalu bertengkar hebat hingga berbuntut ucapan Suci yang meminta talak dari Iwan. Beruntung, Suci tidak sampai hamil oleh Iwan karena alat kontrasepsi jangka panjangnya masih berfungsi sejak ditinggal suami pertama.
Meski status perceraian Suci dan Iwan terbilang belum sah di mata agama karena belum terucap talak di pihak laki-laki, Suci sudah bertekad untuk tidak lagi menemui Iwan yang sudah pindah tugas di Tangerang. “Saya sudah enggak punya perasaan lagi sekarang Mas. Saya blok semua WA, FB, dan medsos lainnya,” tegasnya.
Namun, pengalaman bersama Iwan menjadi hikmah bagi Suci agar ke depan bisa lebih berhati-hati memilih pasangan. Ia pun memberikan saran, kalau mau cari pasangan yang bertanggung jawab, lihat dulu. “Kalau dia sayang sama ibu aku, pasti sayang juga ke istrinya,” tutupnya. Masa sih Mbak. Berarti Mas Iwan tidak sayang Ibu Mbak, tapi kok mau saja. Ya salam. (Nizar S/Radar Banten)









