BAGI laki-laki dan perempuan yang doyan selingkuh, kisah Ussy (23) dan Uki (27), keduanya nama samaran, mungkin bisa menjadi pelajaran bahwa tidak selamanya selingkuh itu indah. Ada pepatah menyatakan, rumah tangga yang diawali tidak baik, maka akan berakhir dengan tidak baik pula. Pengalaman itu pun dialami Ussy yang berdomisili di Pandeglang ketika menjadikan Uki, warga Serang, sebagai pendamping hidupnya yang berakhir memilukan.
Pernikahan Ussy dan Uki terjadi pada 2010 silam, mereka terpaksa menikah akibat Ussy hamil duluan, atau lebih dikenal dengan sebutan married by accident. Kehamilan Ussy sudah tiga bulan. Bagaimana tidak, kehidupan ala sok-sok modern membuat keduanya terbuai dengan gaya pacaran kebarat-baratan ‘buka dikit joss’.
Ussy dan Uki, jika diibaratkan perpolitikan, track record-nya buruk, keduanya sama-sama suka selingkuh. Ussy yang berparas rupawan, tak sulit menaklukan hati kaum adam. Terlebih sifat playgirl menempel pada diri Ussy saat masih gadis, yang baru lulus SMA doyan gonta-ganti pacar. Bener enggak tuh masih gadis? hehehe bercanda Mbak. Begitu juga dengan Uki yang tak kalah menawan dibanding Ussy. Uki anak motor ganteng dan macho, terlebih ketika berada di atas motor gede modifikasi miliknya. Tak heran, pacar Uki berserakan di mana-mana. Pacar sudah kayak sampah aja tuh Mbak berserakan. Meski statusnya pengangguran, Uki termasuk anak manja, semua fasilitas pasti disediakan orangtua meski hidupnya pas-pasan.
Pertemuan awal keduanya tak wajar dan singkat, hanya sekira tiga bulan. Di sebuah kos-kosan yang dijadikan base camp kumpulan anak motor di Serang, di sana lah Ussy dan Uki bertemu. Uki tahu kalau Ussy pacar temannya. Tapi, aura playboy Uki tak bisa dibendung melihat lekukan bodi Ussy dan paras yang memikat. Uki pun tak henti curi-curi pandang dan berhasil mendapat sinyal balik dari Ussy.
“Pas pertama lihat Uki selain ganteng, laki banget, keren lah orangnya. Soal dia punya pacar, bodo amat. Kita kan sama gilanya,” aku Ussy.
Sampai akhirnya, diam-diam Uki meminta nomor ponsel Ussy lewat teman dekat Ussy. Dari situ, keduanya makin intens komunikasi dan jadi sering ketemu. Tak butuh waktu lama, di belakang pacar masing-masing keduanya menjalin cinta terlarang.
Gaya pacaran mereka pun layaknya suami istri. Berhubungan intim bukan hal asing lagi. Bahkan setiap berhubungan selalu mencoba berbagai macam gaya yang mereka tiru di video porno, baik di kamar rumah Ussy maupun Uki. Kadang mereka sengaja berangkat ke pantai dan menyewa penginapan untuk ‘begituan’, sudah seperti pasangan baru yang menikmati bulan madu.
Tak disadari, perbuatan bejat mereka menjadi awal malapetaka. Setelah mengetahui Ussy hamil, Uki bukannya bertanggung jawab, justru malah menghindar. Setiap mereka bertemu, pertengkaran hebat pun tak terelakkan. Uki yang tadinya lembut berubah menjadi buas. Bukan sekadar makian dan kata-kata kasar yang keluar dari mulut Uki, wajah Ussy tak luput dari tamparan.
“Saya baru tahu kalau Uki orangnya temperamen. Tapi, apa boleh buat, anak yang saya kandung kan harus ada bapaknya,” terang Ussy.
Singkat cerita, setelah didesak kedua orangtua masing-masing, mereka akhirnya menikah. Karena Uki termasuk orang mampu, resepsi pernikahan dibuat meriah. Awal tidak baik mulai terlihat. Saat pernikahan tak banyak tamu yang datang. Karena, selepas akad disambut hujan badai yang hampir merobohkan panggung disertai lumpur di mana-mana.
Ussy dan Uki menjalani rumah tangga, jauh dari keharmonisan di sebuah kontrakan. Mereka justru sering bertengkar dan saling menyalahkan. Untuk sekadar makan pun mengandalkan pemberian orangtua. Namun, suasana berubah ketika si jabang bayi perempuan lahir. Melihat paras bayi mirip bapaknya, hati Uki mulai tersentuh. Ia pun mulai sadar akan sifat kebapakannya. Uki mulai bekerja diajak rekannya di sebuah perusahaan properti.
Ussy pun bahagia dengan kehidupan rumah tangga walau penghasilan Uki baru cukup untuk makan seadanya. Yang penting Uki setia. Seiring waktu, nasib Uki mujur. Berkat kerja kerasnya, tak membutuhkan waktu lama untuk Uki naik jabatan. Tentunya, penghasilan juga bertambah dan sempat berencana mencicil rumah. “Dari situ, saya makin sayang sama Uki. Orangnya juga royal sama anak. Suka beliin barang-barang mahal,” terangnya. Intinya, kehidupan mereka mulai sejahtera.
Namun, ada pepatah, laki-laki itu makin kaya makin nakal. Semakin bertambahnya penghasilan, Uki mulai berulah. Ia genit dengan perempuan lain hingga kasmaran, wah kumat. Dari situ, rumah tangga Ussy dan Uki kembali retak karena terus bertengkar, meski rasa sayang Uki terhadap anak tidak berkurang.
Uki sering ketahuan selingkuh. Seperti sudah direncanakan, Uki bahkan menyiapkan surat perceraian dari Pengadilan Agama dan siap merebut hak asuh anak. Hati Ussy saat itu hancur berantakan, namun tak bisa berbuat banyak. “Saya coba sabar agar tidak cerai karena lihat anak. Diselingkuhi juga biar saja,” katanya.
Ketika Uki dipindahtugaskan ke Jakarta, penyakit play girl Ussy pun kambuh, membalas sakit hati oleh Uki dengan selingkuh bersama pria lain. Berharap, dapat yang lebih baik untuk jaga-jaga suatu saat diceraikan. Wah-wah makin berantakan aja. Selang beberapa minggu, Ussy mendapat kabar Uki kecelakaan, jatuh dari motor hingga tewas. Ussy justru menyesal. Ia baru sadar kepergian Uki bukan solusi, tidak ada lagi yang memberi nafkah lebih baik dari Uki. Terlebih, pria selingkuhannya orang pas-pasan. Meski pada akhirnya, Ussy tetap menikahi pria selingkuhannya dan hidup dalam kesederhanaan bersama anaknya.
“Pengalaman saya jadi hikmah, bahwa hamil di luar nikah itu tidak baik. Semoga tidak dialami anak saya,” harapnya. Amin Mbak. (Nizar/Radar Banten)










