SERANG – Sekretaris Forum Koordinasi Penanggulangan Teroris (FKPT) Provinsi Banten KH Amas Tajuddin, mengungkap Provinsi Banten sangat terkenal di seluruh Provinsi di Indonesia. Baik dari segi nilai religinya, destinasi wisata hingga tempat berkembangnya kelompok radikal. Menurutnya, hal ini dapat dibuktikan dengan tertangkapnya seorang teroris di Kabupaten Lebak beberapa tahun lalu.
“Bahkan, mereka sudah punya markas di sana. Mengapa Banten bisa seperti itu jawabannya sederhana, yakni Banten telah di manfaatkan oleh segelintir orang untuk memanfaatkan nilai religius yang dinilai cukup berpengaruh di Banten. Mereka menyebar ke berbagai daerah di Banten untuk melakukan penyusupan ke berbagai lini. Mereka telah menyebarkan ajaran radikal itu di Kota Serang, Pandeglang, Tangerang dan Lebak,” katanya, di sela-sela kegiatan Dialog Publik di salah satu hotel Kota Serang, (4/10/2016).
Ia mengimbau kepada masyarakat Banten untuk mengawasi kegiatan sejumlah kelompok yang tidak jelas dasar hukumnya. Amas mengatakan, salah satu ciri kelompok radikal itu adalah melakukan pengajian secara sembunyi-sembunyi. Bahkan kata dia, isu kajiannya yakni mengharamkan amalan-amalan masyarakat dan mengajak masyarakat untuk tidak percaya kepada ulama melainkan kepada Al-Qur’an.
“Kami melihat, pemicu berkembangnya ajaran radikal di Banten yakni ekonomi. Untuk itu kami meminta kepada masyarakat untuk memulai belajar menjadi pengusaha, karena menjadi pengusaha, tidak bergantung pada siapapun kecuali kepada Allah. Selain itu pengusaha menjadi penyumbang uang untuk negara, bukan kita yang meminta atau dikasih negara,” tuturnya. (Ade F)









