“Kalau di Bandung kan ada Rabu Sunda, nah kita berharap di Serang ada Jumat Jaseng, atau bentuk lain, yang penting bahasa Jawa Serang ini bisa menjadi bahasa pemerintahan,” ujar salah satu admin komunitas BJS, Lulu Jamaludin saat ditemui di Rumah Dunia, Ciloang, Kota Serang, Minggu (13/11).
Lulu menjelaskan, perlu peran serta pemerintah agar bahasa daerah tetap terus ada dan digunakan oleh masyarakat sekitar. “Awal kita ingin bahasa Jawa Serang masuk menjadi mulok agar anak-anak mengetahui sekaligus mempelajari bahasa daerah, sekarang agar terus digunakan, kita minta pemerintah menggunakan bahasa itu di kegiatan pemerintah, minimal sehari dalam seminggu,” katanya.
Sementara itu, ditemui di tempat yang sama, Kasie Adat dan Budaya, Dindikbud Kota Serang, Evie Shofiyah Usman menjelaskan, pihaknya sangat mengapresiasi upaya-upaya yang telah dilakukan anggota BJS dalam melestarikan bahasa dan budaya Serang.
Menurut Evie, Pemkot melalui Perwal telah mewajibkan sekolah dasar di Kota Serang untuk menjadikan bahasa Jawa Serang sebagai materi muatan lokal. “Sejauh ini baru SD, SMP dan SMA belum, tapi selain dengan itu, kita pun menyusun program-program untuk melsetarikan bahasa dan budaya Serang, misalnya lomba permainan daerah, puisi berbahasa Jawa Serang,” ujarnya.
Terkait menjadinya bahasa Jawa Serang sebagai bahasa pemerintahan, secara pribadi, Evie mendukung hal tersebut, namun menurutnya perlu ada pembahasan di pemerintah sebelum benar-benar menerapkan hal tersebut. (Bayu)









