Ilustrasi

SERANG – Segerombolan pemuda yang mengendarai motor di Kota Serang membuat onar. Seorang mahasiwa bernama Khalid menjadi korban pengeroyokan dan pembacokan di samping Alfamart, Kelurahan Unyur, Kecamatan Serang, Kota Serang, Senin (13/5) dinihari. Motif pembacokan dan pengeroyokan tersebut belum jelas karena korban tidak mengenal para pelaku.

Informasi yang diperoleh Radar Banten aksi brutal tersebut terjadi sekira pukul 02.30 WIB. Sebelum kejadian korban bersama rekannya Reinhard sedang mengendarai sepeda motor. Di perjalanan, warga Bumi Agung Permai (BAP) I, RT/RW 01/011, Kelurahan Unyur, Kecamatan Serang, Kota Serang diberhentikan para pelaku yang datang dengan tiga unit motor.

Saat korban berhenti, para pelaku yang berjumlah delapan orang tanpa basa basi langsung melakukan pengeroyokan. Di antara mereka bahkan ada yang membawa senjata tajam (sajam). Korban yang tak bisa berbuat banyak menderita luka lebam di bagian muka dan luka akibat sajam pada bagian dahi dan kepala. Usai melakukan pengeroyokan tersebut, para pelaku kabur meninggalkan korban.

Kasat Reskrim Polres Serang Kota Ajum Komisaris Polisi (AKP) Ivan Adhitira saat dikonfirmasi Radar Banten membenarkan insiden yang menimpa mahasiswa salah satu universitas swasta di Kota Serang tersebut. Kasus ini masih dalam proses penyelidikan. “Iya benar ada kasus tersebut. Saat ini masih dalam proses penyelidikan. Menurut pengakuan korban, pelaku berjumlah delapan orang,” ujar Kasat.

Kasat belum dapat menyimpulkan insiden tersebut berkaitan dengan peristiwa di daerah lain. Sebab, kasus pembacokan tanpa motif yang jelas oleh geng motor juga terjadi di Kawasan Lio, Kecamatan Cipayung, Pancoran Mas, Depok Kamis (9/5) dinihari. Dilaporkan ada lima pemuda yang menjadi korban. “Motifnya belum tahu (penyerangan-red), karena pelaku belum diketahui,” kata Ivan.

Dia mengatakan sebelum insiden tersebut penyerangan oleh kelompok tidak dikenal juga terjadi di daerah Kebon Jahe, Kota Serang. Penyerangan tersebut terjadi pada awal ramadan. “Kalau kejadian sudah dua kali, pertama itu di Kebonjahe. Saya lupa (kejadiaannya dan korban-red),” ucapnya.

Untuk mencegah kejadian serupa terjadi polisi melakukan patroli rutin. Agar kejadian serupa tidak terulang, dihimbau para pemuda agar tidak melakukan kegiatan nongkrong di tempat sepi pada waktu dinihari. “Kegiatan patroli rutin sebenarnya sudah berlangsung sebelum kejadian tersebut terjadi. Saat ini juga kami masih melakukan patroli,” ungkap Ivan.

Reinhard, rekan Khalid membenarkan tidak mengenal para pelaku. Dia mengatakan saat kejadian sedang dibonceng Khalid. “Kami tidak mengenal mereka itu siapa, tiba-tiba kami dicegat di jalan lalu menyerang tanpa sebab,” kata Reinhard.

Reinhard mengaku tidak sempat melawan para pelaku karena yang dihadapi berjumlah sekira delapan orang. Kondisi itu membuat mereka hanya bisa pasrah saat menjadi korban pengeroyokan. “Kami berusaha menangkis saja. Cuma karena yang mukul banyak ya mau gimana lagi. Kami ditinggal setelah dikeroyok,” tutur Reinhard. (Fahmi Sai)