SERANG – Ditemui di rumah keluarga salah satu pejuang kemerdekaan, di Kampung Cimeong, Kecamatan Baros, Kabupaten Serang, Gubernur Banten, Rano Karno angkat bicara terkait kembali gagalnya upaya pengajuan gelar pahlawan nasional untuk Ki Syam’un.
Dalam kesempatan tersebut, Rano mengaku belum tahu alasan pasti kenapa pengajuan gelar pahlawan tersebut gagal untuk kedua kalinya. “Mungkin karena ada beberapa persyaratan yang belum lengkap. Yang pasti Pemprov sudah berupaya maksimal untuk pengajuan gelar pahlawan tersebut. Tapi yang memutuskan tim dari pusat,” kata Rano, Selasa (10/11/2015).
Rano mengaku akan kembali mengajukan gelar tersebut kepada Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP), setelah mengetahui alasan apa saja yang menyebabkan gagalnya pengajuan gelar yang kedua kalinya tersebut.
Sebelumnya, Kepala Dinas Sosial Provinsi Banten, Nandy Mulya S, mengatakan pihaknya belum menerima surat dari TP2GP terkait gagal nya pengajuan gelar pahlawan tersebut. Nandy mengaku mengetahui kepastian tersebut setelah membaca pemberitaan media beberapa waktu lalu yang memberitakan tentang diberikannya gelar pahlawan kepada lima tokoh yang dianggap berjasa bagi Indonesia oleh Presiden Joko Widodo.
“Kami tahu jika Ki Syam’un kembali gagal menerima gelar pahlawan tahun ini dari media, bukan dari TP2GP. Sampai saat ini kamu belum menerima surat dari pusat berikut alasan atas tidak diberikannya gelar tersebut,” ujar Nandy.
Nandy mengaku pihaknya telah berupaya maksimal untuk pengajuan gelar pahlawan terkait. Novum-novum baru yang diminta oleh TP2GP saat upaya pengajuan pertama kali pada tahun 2014, telah dilengkapi. “Kami sudah berupaya maksimal, bahkan kami sudah menyusuri jejak Ki Syam’un di daerah-daerah di luar Banten seperti Lampung,” ujar Nandy.
Untuk diketahui, melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 116/TK/ Tahun 2015, Presiden Joko Widodo di Jakarta, Kamis (5/11/2015) memberikan gelar pahlawan nasional kepada lima tokoh yang telah dianggap berjasa besar.
Kelima tokoh yang mendapat gelar pahlawan nasional tersebut di antaranya ; almarhum Bernard Wilhem Lapian dari Provinsi Sumatera Utara, almarhum Mas Isman dan almarhun Komjen (Pol) Dr H Moehammad Jasin dari Provinsi Jawa Timur, almarhum I Gusti Ngurah Made Agung dari Provinsi Bali dan almarhum Ki Bagus Hadikusumo dari Provinsi Yogyakarta. (Bayu)








