JAKARTA – Rhenald Kasali, pengamat bisnis dan komisaris utama PT Angkasa Pura II, yakin wisata Danau Toba bangkit dalam waktu cepat.
“Hitungan saya, tiga tahun ke depan bisa running,” kata Kasali kepada wartawan beberapa saat setelah mendarat di Bandara Silangit, Selasa (22/3/2016).
Menurut Kasali, membereskan infrastruktur yang menjadi kendala menuju Danau Toba, sedang dalam taraf penyelesaian. Perpanjangan landasan, perbaikan terminal, dan pelebaran apron bandara telah selesai.
“Tapi ingat, ini baru aksesibilitas lho. Atraksinya juga harus dibangun dan dirancang dengan baik,” ujar Kasali. “Harus diingat, mengandalkan keindahan danau dan panorama alam saja tidak cukup untuk menarik wisatawan.”
Kasali mengingatkan, semua bukit yang botak harus ditanami pohon. Harus ada pengalaman yang dibawa wisatawan yang tinggal di homestay, agar local culture bisa menjual.
Khusus homestay, Kasali tampaknya memberi perhatian lebih. Menurutnya, pengembangan pariwisata Danau Toba harus memberi dampak ekonomi bagi masyarakat. Namun, katanya, masyarakat juga harus cepat beradaptasi dalam hospitality.
“Jika mereka ramah, murah senyum, jujur, dan bisa melayani dengan baik, seluruh kawasan Danau Toba akan bisa berkembang,” kata Kasali.
Jadi, masih menurut Kasali, masyarakat harus benar-benar diajak membangun pariwisata Danau Toba. Caranya, dengan mulai membangun homestay, merawat dengan baik, dan menjaga kebersihannya.
Soal Badan Otorita Danau Toba, Menpar Arief Yahya mengatakan akhir Maret 2016 semuanya tuntas. Badan ini akan melakukan terobosan deregulasi kebijakan dan koordinasi pembenahan infrastruktur. (Kemenpar RI)










