SUMUR – Wakil Bupati Pandeglang, Tanto Warsono Arban didampingi Ketua Komisi I DPRD Pandeglang M Habibi Arafat, Camat Sumur Efi Sutiasa, dan Kepala Desa (Kades) Taman Jaya Sarju Wahyudin menghadiri panen udang paname milik H Buntara di Kampung Cisaat, Desa Taman Jaya, Kecamatan Sumur, Senin (4/4/2016) sore.
Tanto mengapresiasi kegiatan usaha tersebut dan meyakini bahwa budi daya udang paname yang dilakukan sejumlah masyarakat Sumur akan sangat membantu pembangunan di Kabupaten Pandeglang. “Saya mendukung kegiatan usaha ini. Namun, tetap saya ingatkan agar semua kegiatan usaha prosesnya mengacu pada prosedur,” kata Tanto saat berbincang dengan H Buntara.
Mantan anggota DPRD Provinsi Banten ini berjanji, Pemkab akan memberikan kemudahan izin kepada semua calon investor. Asalkan, kata dia, peraturan yang disyaratkan semuanya ditempuh. “Saya ke sini tidak hanya melihat panen udang, tetapi juga untuk memastikan bahwa di Pandeglang selatan banyak potensi pendapatan asli daerah (PAD) yang bisa dikembangkan,” ungkap Tanto.
Ia mengatakan, akan terus memaksimalkan kinerja para aparaturnya untuk menggenjot PAD. Baik di bidang objek wisata, kelautan, pertanian, peternakan, dan lainnya. “Saya berharap keberadaan investor harus berdampak positif terhadap pembangunan dan ikut memberdayakan masyarakat,” ujar Tanto.
Ketua Komisi I DPRD Pandeglang M Habibi Arafat berjanji akan selektif dalam mengeluarkan rekomendasi perizinan. Rekomendasi izin, kata dia, akan dikeluarkan setelah dilakukan pemantauan ke lapangan terlebih dahulu. “Kami sengaja melakukan itu agar tidak ada kegiatan usaha yang ilegal. Kami yakin dengan sikap selektif seperti itu sumber dan potensi PAD akan bertambah,” kata Habibi.
Pada kesempatan tersebut, Efi Sutiasa berjanji akan ikut serta memberikan kemudahan dalam pengurusan izin para investor. Ia meyakini, dengan sikap itu maka potensi PAD yang ada bakal tergali dengan baik. “Seperti usaha tambak udang ini. Dengan adanya kegiatan usaha tersebut, hampir seluruh masyarakat bisa menikmati. Bahkan, tak sedikit warga Sumur yang menjadi pegawai sehingga jumlah pengangguran di sini berkurang,” ujar Efi.
Sementara itu, H Buntara memastikan usahanya akan bertahan cukup lama karena tingginya permintaan udang dari para konsumen. “Mudah-mudahan bermanfaat dan bisa membantu masyarakat,” katanya singkat. (RB/zis/dwi)








