SERANG- Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Banten Pramono menilai, saat ini potensi pembajakan APBD oleh kandidat (incumbent) dalam kaitan Pilgub Banten 2017 relatif kecil. Masyarakat sipil sekarang sudah melek politik.
“Masyarakat kita sekarang sudah tahu dinamika politik di Banten. Para mahasiswa dan ormas sudah kuat dalam menyoroti anggaran APBD yang berpotensi diselewengkan. Apa lagi KPK juga sudah sering memberi warning kepada Pemprov agar APBD steril dari oknum kandidat yang menggunakan APBD,” ujarnya saat menjadi narasumber seminar yang diselenggarakan Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Pemerintahan Untirta, Selasa (12/4). Seminar politik bertema Potensi Pembajakan APBD oleh Kandidat Pilgub Banten 2107, menghadirkan narasumber dari Perkumpulan Untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra), Bawaslu Banten, KPU Banten, dan Pemprov Banten.
Menurut Pramono, penyelewengan APBD potensinya lebih kecil daripada pemilu sebelumnya. Kekuatan politik yang dimiliki parpol era pemerintahan sekarang kurang kuat dalam menyatukan visi misi partai di Banten. Namun demikian, pihaknya berupaya mengawasi kandidat agar tidak membajak APBD.
“Maka dari itu kami mengajak juga para mahasiswa dan elemen masyarakat lainnya agar kritis terhadap dunia politik di Banten. Hal itu penting agar potensi penyelewengan APBD dapat lebih diminimalisir sehingga ruang gerak para oknum yang membajak APBD makin sempit,” harapnya. (Ade F)
