RANGKASBITUNG – Wakil Ketua Komisi III Iip Makmur mengapresiasi keberanian para siswa SMKN 1 Cipanas yang melaporkan kinerja guru dan kepala sekolahnya kepada Dindikbud Kabupaten Lebak. Keenam siswa itu datang dengan baik-baik dan tidak membuat kegaduhan melalui aksi unjuk rasa di sekolah.
“Saya mendukung langkah para siswa SMKN 1 Cipanas. Anak-anak yang datang ke Dindikbud itu harus dilindungi. Jangan sampai mereka mendapat intimidasi dari guru dan kepala sekolah,” tegas Iip kepada wartawan, Rabu (13/4).
Politisi PKS itu menyatakan, Dindikbud harus mengevaluasi kinerja para pendidik di daerah, khususnya bagi pendidik yang tidak berprestasi. Dindikbud juga harus membina guru dan kepala sekolah yang tidak berprestasi itu, sehingga punya kualitas menjalankan tugas sebagai pendidik. “Kasus di SMKN 1 Cipanas cukup memprihatinkan dan mencoreng dunia pendidikan di Lebak,” tandas Iip.
Oleh karena itu, dia ingin, persoalan di SMKN 1 Cipanas segera diatasi agar kegiatan belajar mengajar (KBM) tidak terganggu. Jika dibiarkan, Iip khawatir, Lebak Cerdas 2019 yang dicanangkan Bupati Iti Octavia Jayabaya tidak akan terwujud.
“Sekarang, kami akan lihat langkah yang akan dilakukan Dindikbud. Mereka berencana memanggil kepala sekolah dan guru yang bermasalah. Langkah itu tersebut sudah tepat dan harus kita dukung,” ujarnya.
Anggota Komisi III Ucuy Masyhuri membenarkan jika kinerja pendidik di Lebak harus ditingkatkan. Para guru wajib mengikuti berbagai program peningkatan kompetensi yang dilaksanakan pemerintah. “Saya harap, Dindikbud rutin melakukan evaluasi terhadap pendidik di Lebak. Setelah itu, lakukan pembinaan secara terus menerus, supaya kompetensi guru meningkat,” jelasnya.
BACA : Dinilai Tak Profesional, Siswa Adukan Kepsek dan Gurunya ke Dinas Pendidikan
Kepala Dindikbud Kabupaten Lebak Wawan Kuswandi mengakui, kompetensi guru di Lebak masih rendah. Kondisi ini jelas memengaruhi profesionalisme pendidik dalam menjalankan tugasnya.
“Pemerintah konsisten meningkatkan kualitas pendidik di daerah. Misalnya, dengan program sertifikasi guru dan uji kompetensi guru (UKG). Tidak hanya itu, kami pun melakukan pelatihan terhadap para guru di Lebak,” paparnya. Soal laporan siswa SMKN 1 Cipanas, Wawan menyatakan, akan mengatasinya dengan caranya sendiri. “Prinsipnya, kami akan evaluasi kinerja pendidik di SMKN 1 Cipanas,” tukasnya. (Mastur/Radar Banten)









